Ridwan Kamil Ancang-Ancang Masuk Parpol Jelang Pemilu 2024

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Jelang Pemilu 2024 sejumlah nama tokoh yang digadang-gadang bakal maju jadi calon Presiden mencuat, salah satunya Ridwan Kamil. Dia pun tak menolak jika ada tawaran maju pilpres.

Untuk menghadapi kontestasi nasional tersebut dia ancang-ancang untuk masuk ke partai politik. Namun, Gubernur Jawa Barat tersebut belum menentukan partai mana yang dinilai cocok untuknya jelang Pemilu 2024.

"Niatan sudah ada. Kan ada puisi yang berkalimat semua indah pada waktunya. Kemungkinan saya putuskan tahun depan," ujar Ridwan Kamil dalam wawancaranya bersama Wakil Pemimpin Umum Kompas, Budiman Tanuredjo dalam akun Youtube Harian Kompas, Minggu (14/11/2021).

Menurut dia, hal itu sesuai dengan masukan dari sang ibu yang merupakan guru politiknya. Dia menuturkan, sang ibu merupakan aktivis mahasiswa saat masih muda.

"Kalau wali kota, gubernur jangan dulu, supaya lebih mudah diterima dan latihan dulu. Tapi kalau nanti di level nasional, ibu saya menyarankan harus berpartai," tutur pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Lalu, partai seperti apa yang bakal dipilihnya?

Dia mengaku sudah berdoa dan melakukan riset tentang partai-partai yang ada di Tanah Air. Yang jelas, dia memiliki kriteria khusus dalam memilih partai tersebut.

"Sudah beristikarah, sudah riset. Yang pasti yang saya pilih harus yang paling kokoh Pancasila-nya. Kenapa? Karena itu syarat Indonesia selamat. Cuma itu, jangan ubah Pancasila," ujar Ridwan Kamil.

Alasan di Balik Syarat Khusus Itu

Ridwan Kamil kemudian menuturkan alasan dia menetapkan syarat khusus pada kriteria partai yang akan dipilihnya. Hal ini ternyata erat dengan latar belakang keluarganya.

Dia menuturkan, kakeknya pernah dua kali dipenjara pada zaman penjajahan Belanda. Pakdenya pun meninggal lantaran berjuang melawan Belanda.

"Zaman khilafah DI/TII, ditutup pesantren saya karena kakek saya disuruh bergabung enggak mau. Jadi kami ini korban khilafah juga. Zaman PKI pakde saya yang lain mati dibunuh PKI. Jadi keluarga Ridwan Kamil, saya buka sekarang, keluarga Gubernur Jabar sudah berkorban nyawa, kemerdekaan, melawan belanda, khilafah, dan PKI," kata dia.

Oleh karena itu, dia memegang teguh pesan dari sang kakek tentang pentingnya Pancasila dalam berbangsa dan bernegara Indonesia.

"Nasihat kakek saya tadi, harus Pancasila, harus di tengah. Makanya, narasi-narasi yang terlalu ke kanan, tawaran khilafah yang juga tidak ada contohnya sampai sekarang, kemudian yang terlalu ke kiri, sudah enggak cocok. Itu yang akan membuat bangsa ini pecah," jelas Ridwan Kamil.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel