Ridwan Kamil apresiasi komitmen Shopee majukan produk UMKM nasional

·Bacaan 3 menit

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi komitmen Shopee untuk memajukan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) nasional melalui berbagai program yang diselenggarakan, bahkan Ridwan Kamil menyebut bahwa e-commerce tersebut merupakan mitra utama RI.

“Saya ingin sampaikan apresiasi ini buat Pak Menteri, Shopee ini sudah tidak lagi impor-impor. Justru sekarang impor dihentikan, sekarang Shopee menjadi adalah mitra utama RI dalam mengekspor barang UKM sampai bikin sekolahnya. Yang lain tidak sejauh itu komitmennya,” kata Ridwan Kamil lewat keterangannya diterima di Jakarta, Rabu.

Hal tersebut disampaikan mantan Walikota Bandung itu saat menghadiri acara penguatan kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Shopee yang juga dihadiri secara virtual oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Pada kesempatan itu, Emil, sapaan akrabnya, berharap agar e-commerce lainnya bisa mencontoh program yang dimiliki oleh Shopee untuk UMKM.

Saat ini Shopee menjalankan berbagai program untuk UMKM, mulai dari pelatihan Go Digital hingga Go Global melalui Kampus Ekspor Shopee yang sudah berjalan di Kota Solo, Jawa Tengah.

“Jangan sampai Shopee sendiri sudah mengikuti regulasi tapi brand-brand lain tidak. Saya rasa ini kewenangannya ada di pusat,” jelasnya.

Sementara itu, terkait kerja sama Pemprov Jabar dan Shopee Indonesia, Emil mengatakan bahwa program tersebut akan menjadi transformasi digital termasif di Indonesia.

Dengan kerja sama itu, Shopee berkomitmen memberikan 5.000 perangkat komputer yang akan didistribusikan ke desa guna percepatan digitalisasi UMKM.

“Ini peristiwa luar biasa. Transformasi digital paling masif di republik ini, ada di Jawa Barat. Nantinya akan ada 5.000 pusat digital desa yang infrastrukturnya akan didukung Shopee. Jadi revolusi digital di Jabar tidak setengah-setengah tapi langsung transformasi yang sangat cepat,” jelasnya.

Nantinya, di fasilitas Shopee Center yang tersebar di desa, UMKM akan mendapatkan berbagai pelatihan. Topik pelatihan mencakup edukasi digitalisasi produk UMKM seperti memulai membuka toko online di platform Shopee.

Selain itu, terdapat pendampingan bisnis UMKM hingga fasilitas pendukung performa bisnis UMKM. Saat ini sudah ada tiga lokasi percontohan dari Shopee Village Center yaitu Desa Megamendung, Bogor, Desa Tanjung Wangi, Subang dan Desa Kertayasa Kabupaten Pangandaran.

Tiga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tersebut masing-masing mendapatkan sarana dua buah laptop beserta pelatihan dari tim Shopee.

“Nantinya produk desa yang tadinya pasarnya terbatas bisa memiliki akses ke seluruh Indonesia. Bahkan nanti bisa ekspor,” katanya.

Kerjasama Pemprov Jabar dan Shopee ini juga mendapatkan apresiasi dari Kementerian Koperasi dan UKM. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan dukungan agar lokapasar seperti Shopee dapat membantu terwujudnya digitalisasi UMKM Indonesia.

Teten mengutip data World Bank yang menyebutkan sebanyak 48,5 persen responden wiraswasta sangat mengandalkan lokapasar untuk mengembangkan bisnis mereka.

“Saya kira Jawa Barat memiliki keunggulan karena dekat dengan Jabodetabek yang merupakan pusat ekonomi yang memiliki daya beli tinggi,” katanya.

Dengan kerja sama itu, Teten juga berharap dapat ikut membantu akselerasi digitalisasi UMKM nasional di tengah pandemi.

“Saat ini kita ada sekitar 12 juta UMKM yang terhubung dengan platform digital. Kita targetkan di tahun 2024 ada 30 juta UMKM,” kata Teten.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Christin Djuarto mengatakan kerja sama yang dilakukan bertujuan mengangkat potensi UMKM Jabar yang sangat besar untuk masuk ke ekonomi digital.

“Shopee melihat Provinsi Jawa Barat memiliki potensi yang besar dengan beragam kategori produk yang kuat: tekstil, barang-barang kulit, kerajinan kayu, batik Sunda, dan sebagainya, yang kami yakin sudah siap bersaing. Hal ini sejalan dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM, serta Pemprov Jabar,” ujar Christin.

Christin menambahkan, Shopee berkomitmen untuk memfasilitasi dan memberikan sorotan bagi pelaku UMKM untuk terus tumbuh.

“Semoga dengan berbagai inisiatif yang diberikan, kita bisa sama-sama mengawali suksesnya UMKM tanah air dengan Go Digital dan dilanjutkan hingga Go Global bersama Shopee,” ujarnya. (INF)

Baca juga: Presdir BCA sedih 90 persen produk e-commerce RI adalah barang impor
Baca juga: Lindungi UMKM lokal, Shopee batasi 13 kategori produk impor
Baca juga: Siap lahirkan 10.000 eksportir, Kampus UMKM Shopee Ekspor diresmikan