Ridwan Kamil Berharap Bendung Ciawi dan Sukamahi Jadi Objek Wisata

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meninjau langsung proses pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin (25/7). Dia berharap, dua bendungan tersebut dapat menjadi objek wisata di samping sebagai pengendali banjir.

"Ini adalah dua dari sekitar sembilan bendungan yang ada di Jawa Barat yang dibangun pada era Pak Presiden Jokowi. Saya datang untuk memastikan persiapan layak. Karena sebentar lagi akan selesai dan diresmikan Pak Jokowi," katanya.

Dia mengungkapkan, Bendung Ciawi dan Sukamahi sangat strategis sebagai pengendali banjir, khususnya di Jakarta. Karena kan mengurangi volume air di aliran Sungai Ciliwung, khususnya saat musim hujan.

"Kalau dua bendungan ini beres, akan mengurangi volume air yang sebelumnya begitu saha mengalir ke Ciliwung yang melintasi Jakarta. Sehingga proyek yang nilainya hampir Rp1,6 triliun ini mampu mengurangi volume air saat musim hujan," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Emil itu juga berharap, dua bendungan tersebut dapat menjadi objek wisata jika sudah selesai nanti. Mengingat lokasinya yang berada di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

"Bisa jadi wisata air. Jadi bendungan ini nggak cuma teknis, tapi ada nilai ekonomisnya juga. Untuk pengelolaan kan nanti bisa pihak ketiga atau oleh pemda setempat. Tapi yang jelas tetap menjadi aset negara tapi bisa jadi Instagramable juga," ungkapnya.

Sementara Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC), Bambang Heri Mulyono mengatakan sejauh ini progres pembangunan dua bendungan tersebut mencapai 87 persen dan akan diselesaikan dalam dua bulan ke depan.

"Kendalanya ya cuaca karena curah hujan tinggi dan bangunannya kan timbun tanah, jadi kami harus kontrol kadar airnya terus. Untuk progres sudah 87 persen. Dalam satau atau dua bulan ke depan akan diselesaikan," tegasnya. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel