Ridwan Kamil Blakblakan Bilang Vaksinasi di Jawa Barat Paling Repot

Mohammad Arief Hidayat, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan penyuntikan vaksin COVID-19 tetap berlangsung masif saat Ramadan 1442 Hijriah sekalian tetap menjaga protokol kesehatan meski berpuasa.

Pemerintah Jawa Barat, katanya di sela kunjungan kerja di Kabupaten Sukabumi, Rabu, 24 Maret 2021, melaksanakan vaksinasi selama Ramadan saat siang hari, bukan malam sebagaimana saran beberapa kalangan karena alasan siang waktu berpuasa.

Yang menjadi penekanan vaksinasi agar masif, katanya, kapasitas tempat. Dia meminta semua pemerintah daerah di Jawa Barat untuk menyelanggarakan vaksinasi di gedung serbaguna agar mampu menampung penerima vaksin hingga 500 orang per hari.

Stok vaksin sejauh ini, dia mengklaim, mencukupi untuk kebutuhan seluruh masyarakat Jawa Barat. “Yang kurang aman adalah menyuntiknya, masih lambat," katanya.

Ridwan juga mengimbau produktivitas saat bulan Ramadan agar tidak mengabaikan protokol kesehatan COVID-19 meski vaksinasi gencar dilaksanakan.

Jawa Barat, dia mengatakan, dihadapkan dengan tantangan terbesar dalam vaksinasi mengingat jumlah penduduknya terbanyak di Indonesia. "Urusan statistik Jawa Barat itu paling repot karena penduduknya 50 juta—provinsi yang paling menantang untuk penyuntikan vaksin.”

Herd immuntiy atau kekebalan komunitas masyarakat yang diharapkan dari vaksinasi itu, menurutnya, akan tercapai jika vaksinasi secara massal dan serempak, sekalian melibatkan semua unsur pemerintah dan masyarakat.