Ridwan Kamil: Daerah yang Vaksinnya Rendah Tingkat Kematiannya Tinggi

·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Ridwan Kamil mengatakan bahwa ketersediaan vaksin COVID-19 untuk warga Jawa Barat tersisa 26 persen dari stok keseluruhan sebanyak 9 juta dosis. Sisa itu disebar untuk kategori penerima baru, yaitu kalangan pelajar dan dalam program vaksinasi keliling.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan untuk menggunakan sisa dosis vaksin untuk dua bidang sasaran itu demi memperluas cakupan vaksinasi, kata Ridwan di Bandung, Kamis, 22 Juli 2021.

Jawa Barat, katanya, mendapat jatah 9 juta dosis vaksin dan telah digunakan 74 persen. Sebenarnya banyak daerah yang meminta tambahan pasokan vaksin, tetapi stok baru akan dijadwalkan tersedia pada bulan Agustus.

Dalam kesempatan itu, Ridwan mengakui bahwa kasus meninggal dunia akibat COVID-19 terjadi di daerah yang capaian program vaksinasinya masih rendah.

"Ada korelasi antara vaksin yang rendah dengan kematian. Kesimpulannya, ada daerah yang vaksinnya rendah itu tingkat kematiannya tinggi. Ada dua daerah Kota Cirebon dan Kota Bandung yang persentase vaksinasinya tinggi [dan tingkat] kematiannya rendah," katanya.

Selain itu, katanya, tingkat kematian yang tinggi seiring dengan banyaknya penyakit bawaan alias komorbid yang diderita oleh rata-rata pasien COVID-19 di Jawa Barat.

“[pasien COVID-19] yang komorbid membuat kematian tinggi. Itu penyakit orang Jawa Barat ada tiga: [tekanan] darah tinggi/hipertensi, diabetes, jantung. Tiga penyakit besar ini mayoritas yang menjangkit kematian warga di Jawa Barat," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel