Ridwan Kamil Dorong Percepatan Sertifikasi Wartawan Jawa Barat demi Tangkal Hoaks

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bandung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bakal memfasilitasi percepatan sertifikasi wartawan di Jawa Barat. Peningkatan kualitas wartawan ini dimaksudkan agar informasi yang diterima masyarakat semakin berkualitas.

"Target saya bisa membantu percepatan program sertifikasi wartawan di Jawa Barat," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau biasa dipanggil Kang Emil, dalam silaturahmi dengan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat, di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (14/9/2021).

Menurutnya, pemberitaan yang berkualitas bebas hoaks terutama pada saat pandemi Covid-19 penting untuk menyampaikan informasi yang baik bagi masyarakat.

"Saya melihat orang Jabar melek informasi, segala dibaca. Melihat itu saya berkepentingan membuat ekosistem informasi yang kondusif," ujarnya.

Ia mencontohkan pemberitaan positif selama pandemi dalam satu setengah tahun terakhir mampu membantu pemerintah dalam menangani kasus Covid-19 di Jawa Barat, sehingga berdampak pada penurunan Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit pasien Covid-19 hingga turun ke angka 9,3 persen.

Selain itu, semakin banyaknya wartawan tersertifikasi, diharapkan mampu menekan rasio berita hoaks yang tinggi. "Sisi lain ini juga meningkatkan literasi warga Jawa Barat dan meningkatkan kompetensi jurnalistik menjadi satu hal lain yang penting," ujarnya.

Untuk memberikan rasa aman bagi warga, Kang Emil berharap wartawan di Jawa Barat mampu menyajikan pemberitaan yang inspiratif, menyejukan, dan ringan terutama pada masa pandemi Covid-19.

Upaya itu diharapkan mampu meningkatkan optimisme warga selama pandemi, termasuk untuk meningkatkan terciptanya herd immunity masyarakat secara luas. "Saya meminta media memotivasi soal vaksinasi. Berita menggembirakan penting karena hasil kajian 60 persen warga terkena mental health," ujarnya.

Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat mendukung komitmen Emil terhadap rencana percepatan sertifikasi kompetensi wartawan, serta perang melawan berita hoaks. "Saat ini, dari 1.200 anggota PWI, baru 600 anggota yang mengantongi sertifikasi wartawan," ujarnya.

Menurutnya, PWI memiliki andil untuk memerangi berita hoaks, serta mampu menghasilkan informasi yang positif terhadap kebijakan dan pencapaian positif yang diraih Pemprov Jabar.

"Melawan hoaks harus ada berita yang benar, berita yang benar lahir dari jurnalis yang memiliki kompetensi," ujar dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel