Ridwan Kamil Gaet E-commerce Cetak 100 Ribu Eksportir Tahun Depan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meresmikan Kampus UMKM Shopee Ekspor di Kota Bandung yang diproyeksikan menjadi lokomotif pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jabar mengekspor produknya.

"Saya sangat berbahagia. Di sini revolusi ekspor dimulai. Kenapa revolusi ekspor? Karena bisnis rumahan itu sebenarnya bingung mau jualan ke luar negeri karena terkesan rumit dan harus perusahaan besar. Sekarang tidak. Bisnis skala kecil atau rumahan sekarang bisa ekspor," ujar Ridwan Kamil, Kamis 5 Agustus 2021.

Menurutnya, e-commerce membantu pelaku UMKM untuk mempersiapkan produknya go digital dan go global. Nantinya, pelaku UMKM dibimbing mengurus administrasi ekspor, memotret produk dan teknik pergudangan.

“Untuk menjalani proses ekspor itu, kita bekerja sama dengan e-commerce membangun yang namanya Kampus UMKM Shopee Ekspor di ibu kota Jawa Barat di Bandung. Nantinya UMKM akan dibimbing cara memotret fotogenik, dibimbing cara administrasi ekspornya,” katanya.

“Dikasih tahu teknik pergudangannya, dikasih tahu petanya, Singapura untuk apa, Filipina untuk apa. Sehingga betul-betul dimudahkan, jadi citra ekspor perusahaan besar sudah lewat. Sekarang adalah perusahaan kecil-kecil bisa menguasai dunia,” tambahnya.

Saat ini, menurutnya, sudah ada 10.000 produk UMKM yang sedang disiapkan untuk ekspor. “Hari ini sudah ada 10 ribu produk yang akan difasilitasi untuk ekspor. Saya targetkan juga ke Kampus Shopee ini, tahun depan 100 ribu eksportir dari Jabar melalui fasilitas ini,” tuturnya.

Menurutnya, ada fasilitas satu laptop untuk satu desa. Laptop tersebut nantinya disimpan di balai desa dan dapat digunakan pelaku UMKM untuk memasarkan produknya.

“Saya ucapkan terima kasih, ada sekitar 5.000 desa yang akan dikasih satu desa satu laptop. Jadi nanti warga desa yang jauh dari kota ini tinggal datang ke balai desanya mengakses digital nanti didaftarkan secara digital produknya,” katanya.

“Sehingga ekonomi digital di Jabar itu merangkak. Tidak hanya di kota, tetapi juga di desa. Sudah dimulai juga SMK-SMK mempunyai kurikulum digital. Apalagi anak-anak SMK harus menguasai digital, karena selama pandemi digital itu sebuah keharusan,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel