Ridwan Kamil Hadir di Pemakaman Seorang Anak Korban Gempa Cianjur

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menghadiri upacara pemakaman korban gempa di Cianjur. Dia mengaku akan terus memantau setiap perkembangan penanganan bencana.

Korban diketahui seorang anak bernama Alinda Della Puspita (4). Dia dimakamkan di TPU Sirnalaya, Kecamatan Cianjur. Suasana duka menyelimuti para pelayat. Tangisan keluarga pun terdengar di tengah lantunan ayat suci.

Alinda Della Puspita saat peristiwa gempa terjadi sedang bermain di depan teras rumahnya di kelurahan Sawah Gede Cianjur.

Ridwan Kamil didampingi Bupati Cianjur Herman Suherman kemudian memimpin doa dan menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut. Ia pun terlihat meneteskan air mata saat mendoakan dan menaburkan bunga di atas pemakaman.

"Kami hadir semata-mata untuk membersamai rasa duka karena kejadian gempa ini cukup banyak korban, mayoritas anak kecil" ucap Ridwan Kamil, Selasa (22/11).

"Mari doakan mudah-mudahan dilapangkan di alam kuburnya," ia melanjutkan.

Ridwan Kamil mengaku masih akan memantau kondisi penanganan korban gempa. Ia sudah berada di Kabupaten Cianjur sejak Senin (21/11). Sejumlah agenda kedinasan dibatalkan.

Kemarin, dia langsung mengunjungi dan memberikan dukungan moril pada korban gempa yang dirawat di RSUD Cianjur. Setelah itu, dia menggelar rapat dengan Bupati Cianjur Herman Suherman dan para pihak terkait hingga tengah malam.

Diketahui, berdasarkan data sementara, korban meninggal dunia saat gempa di Kabupaten Cianjur mencapai 162 orang.

"Tercatat di call center dari BPBD, ada 162 yang meninggal dunia, 326 luka luka, mayoritas patah tulang dan berhubungan dengan luka karena tertimpa atau kena benda tajam," ucap dia, Senin (21/11) malam di Pendopo Bupati Cianjur.

"Mayoritas yang meninggal dunia adalah anak anak. kita sangat prihatin. juga karena peristiwa terjadi saat anak-anak sedang berada di madrasah, sekolah umum, melanjutkan pelajaran di madrasah, sehingga banyak terjadi di beberapa pesantren," ia melanjutkan.

Data lain yang tercatat sejauh ini adalah kerusakan rumah yang masuk kategori berat sebanyak kurang lebih ada 2.345 unit. Lalu, terdapat 13.784 pengungsi. Mereka akan dievakuasi di 14 titik pengungsian. [cob]