Ridwan Kamil Ingatkan Penindakan Pelanggar PPKM Darurat agar Manusiawi

·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Ridwan Kamil mengklaim bahwa pergerakan warga Jawa Barat menurun selama pekan pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak 3 Juli 2021. Aparat mencatat, pergerakan masyarakat hingga Kamis menurun 20 persen.

"Sudah jauh lebih baik dari pada dua hari pertama. Tingkat mobilitas kita tekan. Per hari ini, sudah di atas 20 persen. Awal-awal PPKM Darurat masih di bawah 20 persen," ujar Ridwan Kamil di Bandung, Jumat, 9 Juli 2021.

Menurutnya, kedisiplinan masyarakat menaati aturan dan mengurangi mobilitas selama PPKM Darurat menunjukkan peningkatan.

Dia mewanti-wanti petugas gabungan untuk lebih intensif mengawasi dan menindak warga maupun perusahaan yang melanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dan aturan PPKM Darurat. “Dan yang paling viral, denda-denda [dalam operasi] razia, yang saya ingatkan, tetap manusiawi, tapi juga ada ketegasan dan dikomunikasikan dengan baik,” katanya.

Ridwan mengapresiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang telah memfasilitasi penegakan hukum PPKM Darurat dalam pengadilan tindak pidana ringan (tipiring) yang pelanggarnya diadili di tempat si pelanggar didapati melanggar aturan. Semua upaya penegakan hukum itu, katanya, tetap harus mengedepankan sikap manusiawi.

Ridwan Kamil menambahkan, tingkat keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 perlahan menurun karena rumah sakit mulai menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien COVID-19, dari 40 persen menjadi 60 persen dari total kapasitas.

"Jadi tempat tidur [perawatan di seluruh rumah sakit rujukan pasien COVID-19] itu ada 54 ribu—secara umum—60 persennya minggu-minggu ini dikonversi untuk pasien COVID-19," katanya.

Guna menekan keterisian rumah sakit, ruang isolasi terpusat di level desa dan pusat pemulihan bagi pasien COVID-19 yang akan sembuh setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel