Ridwan Kamil: Jenazah Eril akan dimakamkan Senin

Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil menuturkan jenazah putra sulungnya Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril akan tiba di Indonesia pada Minggu (12/6) dan rencananya akan dimakamkan pada Senin (13/6).

Rencana pemakaman tersebut disampaikan oleh Ridwan Kamil melalui unggahan di akun instagram @ridwankamil, Kamis malam.

"Alhamdulillah Ya Allah SWT, Engkau telah mengabulkan permohonan doa kami. Jenazah ananda Emmeril Khan Mumtadz sudah ditemukan. Jenazah Insya Allah kembali ke Tanah Air di hari Minggu dan dimakamkan di hari Senin," tulis dia.

Baca juga: Polisi Bern temukan jenazah Eril di cekungan bendungan Engehalde

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum bisa memastikan titik lokasi pemakaman Eril.

"Lokasi pemakaman ditentukan keluarga, kami belum bisa memastikan titik lokasinya," kata Kepala Biro Administrasi Pimpinan Pemprov Jabar, Wahyu Mijaya, di Gedung Negara Pakuan Kota Bandung, Kamis malam.

Wahyu mengatakan Pemprov Jabar masih berkoordinasi dengan keluarga besar Gubernur Ridwan Kamil terkait pemakaman Eril.

Baca juga: KBRI Bern kawal pemulangan jenazah Eril

Selain itu, lanjut Wahyu, Pemprov Jabar juga terus berkoordinasi dengan KBRI terkait rencana pemulangan jenazah Eril ke Indonesia.

"Rencana penjemputan berkoordinasi dengan pihak KBRI. Hari Sabtu atau Minggu almarhum sudah di Jakarta dan akan ke Bandung. Kami secara terus menerus bicara dengan pihak keluarga," kata dia.

Baca juga: Keluarga berharap jenazah Eril tiba di Indonesia Sabtu atau Minggu

Wahyu menuturkan terkait rumah duka untuk menyambut kepulangan jenazah Eril hingga saat ini belum diputuskan.

"Informasi baru didapat barusan. Apakah rumah duka akan di sini atau rumah pribadi beliau. Nanti akan diinfokan. Sementara tidak mengagendakan demikian, kemungkinan menjemput hanya di bandara saja tidak ke Swiss," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel