Ridwan Kamil Kagum dengan Bangunan Masjid Ini, Dikasih Nilai 9

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Ridwan Kamil menyempatkan diri melihat Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, yang sedang dalam proses finishing sebelum diresmikan, (17/11). Kang Emil, begitu sering disapa, kagum dengan interior replika masjid Sheikh Zayed Mosque di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) tersebut.

Emil bahkan memberi nilai 9 untuk masjid yang dihibahkan Putra Mahkota UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan kepada Presiden Joko Widodo.

"Masjid ini menurut saya, salah satu yang paling bagus di Indonesia. Nilainya 9," kata Ridwan.

Saat ditanyakan apakah perlu menambah ornamen berbau kebudayaan Indonesia pada bangunan tersebut, Kang Emil mengatakan, sudah ada pola batik pada bagian dinding masjid.

"Pola batik sudah ada pada bagian dinding. Budaya Indonesia itu tidak harus diterjemahkan dengan eksteriornya. Karena temanya ini replika, jadi memang harus sama dengan aslinya. Tapi ini saya lihat sudah blend lah, budaya Indonesia dan Timur Tengahnya sudah nyampur," terangnya.

ridwan kamil dan gibran di masjid raya sheikh zayed solo
ridwan kamil dan gibran di masjid raya sheikh zayed solo

©2022 Merdeka.com/arie sunaryo

Ridwan juga tak mempermasalahkan terkait pemandangan bangunan dengan bangunan sekitar yang merupakan kawasan padat penduduk.

"Sudah bisa masuk, kalau harus menyelesaikan antara bangunan dengan pemandangan sekitar akan butuh penataan kota yang lama," katanya.

Apalagi, lanjut dia, jika tidak ada protes dari masyarakat. Orang pasti ingin pergi ke Solo jika sudah melihat masjid tersebu. Selain beribadah, pengunjung juga berwisata.

"Kalau pembangunan tidak harus kontras dengan lingkungannya. Kalau saya, yang penting itu masjidnya bagus, jamaahnya juga penuh terus,” katanya.

ridwan kamil dan gibran di masjid raya sheikh zayed solo
ridwan kamil dan gibran di masjid raya sheikh zayed solo

©2022 Merdeka.com/arie sunaryo

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang ikut mendampingi Ridwan mengatakan, pembangunan masjid saat ini tinggal penyelesaian. Setelah itu, baru memasukkan furniture ke bagian dalam masjid.

"Untuk kabel listrik sudah dipindah keseberang jalan, bukan ditanam. Pak Ridwan menyarankan untuk maintenance biar tetap terawat. Air mancur, karpet, taman, tempat wudhu, riskan juga, gampang kotor kalau nggak dirawat baik," pungkas Gibran.

ridwan kamil dan gibran di masjid raya sheikh zayed solo
ridwan kamil dan gibran di masjid raya sheikh zayed solo

©2022 Merdeka.com/arie sunaryo [rnd]