Ridwan Kamil: Kasus Harian Corona di Jabar Turun Setelah Ada PSBB

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Daerah Jawa Barat Ridwan Kamil merilis angka penderita virus Corona di wilayahnya. Dia optimistis, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan di wilayahnya dapat menjadi senjata menurunkan kurva kasus Covid-19.

"Sebelum PSBB, kasus harian kita ada di 40-an per hari. Di akhir PSBB ini, di hari ini saya wawancara itu sudah turun ke 21-24 kasus per hari," kata Ridwan Kamil dalam keterangan pers yang diterima, Minggu (17/5/2020).

Pria yang kerap disapa Kang Emil ini melanjutkan, jumlah penurunan pasien positif Covid-19 ini juga berimplikasi pada angka kesembuhan pasien terjangkit virus SARS-CoV-2 ini. Menurut catatannya, angka peningkatan pasien sembuh mencapai dua kali lipat.

"Dari akhir bulan April 2020 ada 430-an pasien (dirawat di RS), sekarang (setelah PSBB) sudah 350-an pasien. Sebelum PSBB tingkat kematian 7 orang per hari, setelah PSBB menjadi 4 orang per hari. Kemudian ada kenaikan kesembuhan hampir dua kali lipat," jelas Ridwan Kamil.

PSBB di Jawa Barat terdapat tiga tahapan. Pertama PSBB yang diterapkan di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek), kemudian wiayah Kabupaten dan Kota Bandung Raya, dan PSBB seluruh wilayah di Provinsi Jawa Barat.

Tahap Bodebek dilakukan lebih awal yakni pada tanggal 15 April 2020, kemudian dilanjutkan di Bandung Raya, dengan lima kota Bandung Raya Kabupaten pada 22 April 2020, dan ketiga PSBB skala Provinsi itu di tanggal 6 Mei 2020 yang akan berakhir di tanggal 20 Mei 2020.

Ridwan Kamil: Di Mana Ada Kerumunan di Situ ada Covid-19

Gubernur Jabar Ridwan Kamil memimpin rakor via videoconference bersama para bupati/wali kota terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi di Jabar, dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (29/4/20). (sumber foto : Humas Pemprov Jabar)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memimpin rakor via videoconference bersama para bupati/wali kota terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi di Jabar, dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (29/4/20). (sumber foto : Humas Pemprov Jabar)

Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Ridwan Kamil menyebut, tak banyak yang bisa dilakukan sebelum ada obat untuk penanganan virus Corona baru tersebut.

Hal tersebut disampaikan Ridwan Kamil melalui sebuah video saat konferensi pers di Graha BNPB Jakarta.

"Sebelum vaksin ditemukan, yaitu pengobatan, maka strategi kita hanya bisa pencegahan," ucap pria yang akrab disapa Kang Emil, Sabtu (16/5/2020).

Dia kemudian menjelaskan rumusan yang paling sederhana dalam pencegahan Corona Covid-19.

"Dengan rumus, di mana ada kerumunan di situ ada Covid. Di mana tidak ada kerumunan di situ tidak ada Covid," jelas Kang Emil.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel