Ridwan Kamil: Kemajuan bangsa terekspresi dari arsitektur kotanya

·Bacaan 1 menit

Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Kang Emil mengajak Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) untuk mengembangkan ilmu arsitektur baru karena kemajuan bangsa dapat dilihat dari infrastruktur bangunan.

"Saya titip Gapensi belajar lagi, teknologi-teknologi itu sudah maju. Padahal kemajuan sebuah bangsa diekspresikan oleh arsitekturnya kota dan arsitektur itu ekspresi siapa kita," kata Ridwan Kamil usai menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah ke-13 Gapensi Jawa Barat, di Bandung, Sabtu.

Ia berharap Gapensi di bawah pimpinan baru mau belajar ilmu infrastruktur baru.

"Ini bisa terwujud kalau dari kelompok konstruksi ini mau belajar lagi ilmu-ilmu baru. Jadi saya titip nanti dalam program siapa yang terpilih harus ada seminar," kata Ridwan Kamil.

Selain itu Gubernur Jabar juga meminta agar Gapensi dapat membantu pemerintah dalam memulihkan ekonomi setelah pandemi COVID-19.

Baca juga: Kota-kota Indonesia Kehilangan Jatidiri

"Ya kita meminta Gapensi. Pertama membantu pemerintah memulihkan ekonomi pasca-COVID, dengan terus mengawal proyek-proyek yang masih bisa dikerjakan dengan kualitas yang baik, kira kira begitu," kata Ridwan Kamil.

Selain itu ia mengajak Gapensi untuk ikut serta mengusulkan proyek pembangunan agar gagasan dapat berkesinambungan.

"Kami juga membuka proyek-proyek pembangunan itu juga bisa diusulkan juga oleh Gapensi, tidak harus selalu dari pemerintah, sehingga ada kesinambungan gagasan dari masyarakat kepada pembangunan," ujar Ridwan Kamil.

Gubernur berharap di bawah kepemimpinan yang baru nanti, dapat bersinergi dengan Pemda Provinsi Jawa Barat dalam mengawal proyek-proyek seperti Kawasan Rebana yang masih dalam tahap menunggu peraturan presiden.

"Saya berharap pemimpin kepengurusan yang baru bisa bersinergi dengan Pemerintah Jawa Barat, apalagi ada Rebana 30 tahun akan banyak pekerjaan yang luar biasa silahkan dimanfaatkan," ujar Ridwan Kamil.

Baca juga: Kawasan Rebana Metropolitan diproyeksikan mampu serap 4,3 juta pekerja