Ridwan Kamil Klaim Ekonomi Jawa Barat Mulai Membaik

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim kondisi ekonomi di Jawa Barat mulai membaik. Itu terlihat dari ekspor, daya beli dan kredit yang mengalami pergerakan ke arah positif.

Sektor komunikasi dan angkutan dianggap Ridwan Kamil, paling pesat kenaikannya yaitu 47 persen. Hal itu dampak dari proses pengangkutan barang, orang dan seluruh komoditas ke ekonomi berbasis digital.

"Namun terdapat 2000an perusahaan yang terdampak, 500 perusahaan diantaranya melakukan (pemutusan hubungan kerja) PHK," ujar Ridwan Kamil, Senin (2/11/2020).

Ridwan Kamil menjelaskan banyaknya perusahaan yang terdampak akibat pandemi, karena 60 persen sektor manufaktur dan jasa terbesar di Indonesia berlokasi di Jawa Barat. Sehingga angka PHK saat ini sangat tinggi.

Itu menjadi alasan Ridwan Kamil, untuk tidak menaikkan upah minimum provinsi (UMP) 2021. Keputusan itu mengacu kepada surat edaran Menteri Tenaga Kerja soal tidak ada kenaikan upah pada tahun mendatang.

"Jangan dibandingkan dengan provinsi lain yang industrinya sedikit. Di pulau Jawa yang industri paling banyak di Jabar. Dan Banten yang sama mengalami pabrik industri yang paling terdampak," ungkap Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil berasumsi jika diputuskan UMP naik, dikhawatirkan terhadap keberlangsungan 500 perusahaan yang sudah memutuskan PHK. Apabila seluruh perusahaan itu bangkrut maka yang dirugikan adalah kelompok buruh.

Minta Dukungan Masyarakat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan kepada pers usai mendapatkan suntik vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Jumat (28/8/2020). (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan kepada pers usai mendapatkan suntik vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Jumat (28/8/2020). (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Ridwan Kamil meminta seluruh kelompok masyarakat agar memahami kondisi yang terjadi saat ini. Ridwan Kamil menghimbau seluruh masyarakat untuk mendukung pemulihan ekonomi di masa pandemi.

"Supaya tahun depan kita bisa kompensasi. Mengkompensasi kekurangan atau tidak ada kenaikan pada saat ekonomi sudah pulih lagi. Perlu kejernihan berfikir bahwa tidak ada keputusan yang memang kmemuaskan semua pihak," kata Ridwan Kamil.

Otortitasnya diakui tidak akan mengambil kebijakan yang akan merugikan masyarakat. Namun seluruhnya disebutkan untuk menangani seluruh permasalah yang timbul akibat pandemi. (Arie Nugraha)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: