Ridwan Kamil Kunjungi Korban Truk Maut di Bekasi, Minta Semua Pihak Lakukan Evaluasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Kecelakaan truk di depan SDN Kota Baru II dan III Kota Bekasi yang merenggut 10 korban jiwa kemarin mendapatkan perhatian Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.Sehari setelah kejadian itu, pria yang akrab di sapa Kang Emil itu pun mengunjungi para korban.

Kang Emil juga meninjau lokasi kejadian. Dia sempat berbincang dengan Kepala Sekolah SDN Kota Baru II dan III.

Ridwan Kamil juga sempat menjenguk korban luka yang dirawat di Rumah Sakit Ananda. Dia juga mengunjungi rumah salah satu korban yang tak jauh dari lokasi kejadian.

"Atas nama pribadi dan Pemda Provinsi Jabar saya menghaturkan rasa duka cita yang mendalam. Selain ke sini, tadi juga menengok korban yang dirawat di Rumah Sakit Ananda dan mengunjungi salah satu korban di rumahnya. Mudah-mudahan tidak terulang lagi kejadian seperti ini di kemudian hari," ucap Kang Emil.

Mirip Kecelakaan Cibubur

Kecelakaan tersebut, kata Kamg Emil, hampir sama dengan kejadian di Cibubur, yang juga menelan banyak korban jiwa. Ia meminta agar ada evaluasi dari pelbagai pihak.

"Semua aspek harus dievaluasi, ini mirip dengan kejadian di Cibubur lalu," ucapnya.

Kang Emil mengaku sudah meminta Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek untuk membatasi jam operasional kendaraan besar yang melintasi daerah padat penduduk. "Dengan Pak Wali (Plt Wali Kota Bekasi) kita sudah meminta Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek supaya membatasi truk besar di jam siang di daerah padat seperti ini," ujarnya.

Kang Emil berharap badan pengelola secepatnya mengevaluasi manajemen transportasi, khususnya di wilayah tersebut. "Jalan itu pemiliknya beda-beda. Masyarakat tahunya hanya milik negara tapi kewenangannya itu tidak sesederhana itu. Kita sudah kirimkan surat ke badan pengelola selaku pemilik jalannya. Mudah-mudahan secepatnya direspons," harap Kang Emil.

Pemerintah Provinsi Jabar juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, yaitu Polda Metro Jaya, untuk memastikan proses hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab.

"Kita sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan tanggung jawab hukum berlaku kepada yang bersangkutan karena bagaimana pun korbannya sangat banyak," ucap Kang Emil.

Dalam peristiwa tersebut, sepuluh orang meninggal dunia dan 23 orang mengalami luka. Sejauh ini, PT Jasa Raharja sudah memberikan santunan kepada seluruh korban yang dirawat maupun meninggal dunia.

"Jasa Raharja sudah memberikan santunan dengan cepat, saya apresiasi, sehingga beban untuk yang meninggal dan dirawat itu bisa ditanggung oleh negara juga," sebut Kang Emil.

Solusi Jangka Pendek

Setelah berdiskusi dengan Kepala Sekolah SDN Kota Baru II dan III, disepakati bahwa akan ada perubahan pergerakan siswa yang datang maupun pulang sekolah. Siswa dan orang tua yang mengantar jemput tidak akan lagi menggunakan pintu depan yang hampir menempel ke jalan raya, tetapi lewat pintu samping sekolah yang lebih aman.

"Saya tadi diskusi dengan para kepala sekolah, jangka pendeknya kita atur lalu lintas bergeraknya anak-anak ini supaya tidak langsung muncul ke jalan besar mungkin lewat jalan samping dulu, didrop oleh orang tuanya di sana. Pokoknya diatur sedemikian rupa," jelasnya.

Kang Emil mengungkapkan, tak sedikit sekolah di Kota Bekasi yang lokasinya cukup dekat ke jalan raya. Untuk itu diperlukan sistem yang dapat memonitor kedatangan dan kepulangan siswa.

"Bekasi ini padat sehingga sekolah-sekolah yang menempel jalan memang banyak, sehingga solusinya adalah membuat sistem walaupun berdekatan dengan jalan, tapi bisa memonitor kedatangan dan kepulangan siswa," ujarnya.

Kang Emil juga akan merespons dengan cepat usulan para kepala sekolah yang ingin segera dibangun jembatan penyeberangan orang. "Tadi ada usulan jembatan dan akan saya upayakan secepatnya," ucap Kang Emil. [yan]