Ridwan Kamil Mengaku Sudah Peringatkan Habib Rizieq

Dedy Priatmojo, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menegaskan penerapan protokol kesehatan COVID-19 sudah disampaikan kepada Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab agar tidak terjadi kerumunan yang memicu penularan virus corona.

"Saya sudah mengirimkan pesan kepada Habib Rizieq, juga melalui habib-habib yang lain, agar mampu memahami situasi yang tidak mudah ya, dalam pengendalian COVID-19," ujar Ridwan Kamil di Bandung Jawa Barat, Selasa 17 November 2020.

Menurutnya, jika penerapan protokol kesehatan COVID-19 menjadi prioritas, acara apa pun dipastikan terkendali dan terhindar dari potensi penularan. Seharusnya, menurutnya, acara yang mengundang ratusan orang disarankan berlangsung secara daring

"Tetap, acara Maulid Nabi, acara apa pun terselenggara, tapi gunakan teknologi, seperti Zoom kan begitu ya. Seperti yang kami gunakan pada saat kami harus menyapa orang dengan jumlah yang banyak, tapi mengikuti protokol kesehatan," katanya.

Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi pembelajaran bagi pemimpin suatu kelompok untuk menjadi garda terdepan patuh dan aktif dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

"Saya mengimbau semua pihak dan tokoh yang punya pengaruh, untuk bisa mengendalikan dari dirinya dulu. Karena kalau sudah follower-nya atau kelompoknya berkumpul, itu lebih susah dikendalikan," katanya.

Sebelumnya, eksponen aktivis 98 dari berbagai organisasi menuntut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran protokol kesehatan dalam acara ceramah Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab, di Mega Mendung, Kabupaten Bogor, Jumat, 13 November 2020.

Aktivis 98, Abdul Salam Nur Ahmad menjelaskan Gubernur harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Kepulangan Habib Rizieq dinilai memicu kerumunan yang melanggar protokol kesehatan COVID-19. "Kenapa tidak ada upaya pencegahan, padahal itu jelas-jelas melanggar protokol kesehatan," ujar Abdul di Bandung, Senin, 16 November 2020.

Menurutnya, Ridwan Kamil lemah dalam koordinasi dengan kepala daerah terkait untuk meminimalisir kerumunan massal itu. Bahkan, lanjut Abdul, kegiatan pernikahan anak Habib Rizieq diduga banyak didatangi loyalis dari Jawa Barat. "Harusnya ada koordinasi, jangan sampai warganya datang. Saya sangat yakin, yang kemarin (di Petamburan) itu banyak warga Jawa Barat," katanya.

Abdul menilai Ridwan Kamil tak sanggup memberi ketegasan kepada loyalis Habib Rizieq untuk mematuhi protokol kesehatan COVID-19. "Sudah jelas kok aturan protokol kesehatan itu apa saja. Bahkan dia sendiri yang mengampanyekan protokol kesehatan ke masyarakat. Tapi kenapa kemarin diam, seolah-olah tak terjadi apa-apa," katanya.