Ridwan Kamil Minta Pasien COVID-19 Tewas di Taksi Online Tak Terulang

Syahrul Ansyari, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menilai insiden meninggalnya warga yang terpapar virus corona atau COVID-19 di taksi online di Kota Depok jangan sampai terulang di daerah lain.

Oleh karena itu, Ridwan Kamil menekankan fasilitas kesehatan mulai dari Puskesmas harus mampu menangani pasien COVID-19 dengan gejala ringan.

"Di Depok kejadian meninggal di Taksi karena penuh, ini harus jadi pelajaran tidak boleh terjadi di Kabupaten Tasikmalaya," ujar Ridwan Kamil, Rabu, 20 Januari 2021.

Baca juga: Warga Depok Tewas Setelah Ditolak 10 Rumah Sakit karena COVID-19

Ridwan Kamil juga mengimbau masyarakat yang dinyatakan positif COVID-19 dengan gejala ringan agar bersedia ditangani di level Puskesmas.

"Se-Jawa Barat ini pola pikirnya masih ke rumah sakit sehingga rumah sakit menjadi penuh, yang covid gejala sedang berat akhirnya banyak tidak mendapat tempat," katanya.

Menurutnya, berkaca pasa penanganan di Kabupaten Tasikmalaya, Puskesmas harus meningkatkan kualitas dan berani menangani pasien COVID-19.

"Dengan konsep memindahkan covid gejala ringan ke rumah sakit, bisa di Puskesmas, Gedung Negara," katanya.

Wali Kota Depok Mohammad Idris angkat bicara terkait adanya laporan pasien COVID-19 meninggal di taksi online akibat ditolak 10 rumah sakit. Idris menuturkan mulanya penanganan awalnya pasien tersebut ada di salah satu rumah sakit di Depok.

“Itu tadi karena kan penanganan awalnya di salah satu rumah sakit di Kota Depok. Di sini juga mau diklarifikasi, katanya si pasien diminta duit. Akhirnya dia nyari tempat lain, nah tempat lain juga penuh,” kata Idris, Selasa, 19 Januari 2021.

Keluarga pasien tersebut sudah menghubungi sejumlah rumah sakit namun memang kondisinya penuh. Kemudian akhirnya mencari ambulans.

Malangnya, ambulans pun saat itu terpakai semua sehingga pasien inisiatif mencari taksi online.

“Dihubungi semua ambulans ternyata dipakai malam itu. Akhirnya dia inisiatif untuk ambil grab, dia pulang ke rumah kita tangani, tapi di tengah jalan belum sampai rumah sudah meninggal. Itu kondisinya seperti itu,” katanya.