Ridwan Kamil Minta Perusahaan Jangan Bohongi Karyawan Soal THR

Syahrul Ansyari, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta perusahaan-perusahaan di wilayahnya untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) tanpa alasan apapun di masa pandemi COVID-19.

"THR sudah kita sesuai, harus penuh," tegas Ridwan Kamil, Kamis, 22 April 2021.

Menurutnya, perusahaan yang berat membayar THR agar transparan jika masih terbebani akibat pandemi COVID-19. "Semua alasan harus ilmiah, kan kalau memang betul-betul ada masalah masa dipaksa juga," katanya.

Ridwan Kamil mengimbau perusahaan untuk berperan aktif terhadap program pemerintah mengoptimalkan pembayaran THR untuk memulihkan perekonomian terdampak pandemi.

"Yang penting jangan berbohong, jadi tolong hargai ketaatan kepada pemerintah," katanya.

Baca juga: Tenggat Waktu Bagi Pengusaha Bayar THR ke Pekerja H-7

Sebelumnya, pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi pekerja/buruh dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional dalam rangka pemulihan pasca pandemi COVID-19. "Pemenuhan pembayaran THR, tanpa disadari dapat membantu peningkatan perekonomian dari sisi permintaan," kata Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP), Fadjar Dwi Wisnuwardhani.

Menurut Fadjar, THR merupakan pendapatan non upah. Adapun pekerja/buruh yang berhak atas THR adalah pekerja/buruh PKWTT (pekerja tetap) dan pekerja/buruh PKWT (pekerja kontrak) yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih. Pada umumnya, THR wajib diberikan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh serta wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

Keputusan THR untuk tahun ini sudah tertuang dalam Surat Edaran Menaker RI Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.