Ridwan Kamil Naikan Status Labkesda Jabar Jadi BLUD

Lis Yuliawati, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menaikan status layanan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Hal itu dilakukan berdasarkan kapasitas Labkesda menangani pandemi COVID-19 dengan 10 ribu sampel per hari.

Terlebih, kenaikan status ini menjadi atensi DPRD Provinsi Jawa Barat kepada Gubernur Ridwan Kamil untuk memperkuat kualitas Labkesda.

"Pada 2021 ini akan meningkatkan kualitas dan kuantitas labkesda. Ini salah satu yang harus diperkuat, apalagi di masa covid dan pascacovid," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja di Bandung, Selasa, 6 April 2021.

Pihaknya mengakui, kinerja Labkesda menangani pandemi COVID-19 dari segi testing dan tracing layak diakui. "Ketika ada covid ini, Labkesda Jawa Barat cukup sibuk. Kita bisa menguji sampel covid hampir sehari di atas 10 ribu," katanya.

Setiawan menambahkan, Labkesda wajib memenuhi syarat untuk naik tingkat. "Persiapan sudah dilakukan. Ada syarat-syaratnya untuk menjadi BLUD. Kalau sudah memenuhi syarat, kenapa tidak, karena punya potensi," katanya.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Barat, Daud Achmad menambahkan, langkah penaikan status ini menjadi cara memajukan kemampuan laboratorium menyesuaikan dengan perkembangan pandemi COVID-19.

"Ini sangat membantu, pemeriksaan bisa dilakukan dengan cepat. Selama masa pandemi, petugas Labkes bekerja keras, hari libur mereka kerja. Saya kira wajar karena Labkes yang saya rasakan sebagai salah satu sub divisi kesehatan yang sangat membantu testing," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil diminta untuk meningkatkan status Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinkes Jawa Barat dari tingkat UPTD menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), untuk menciptakan penanganan COVID-19 menyeluruh ke pelosok - pelosok Jawa Barat.

Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya menjelaskan, penanganan COVID-19 yang telah memasuki tahap vaksinasi sementara uji sample spesimen tracing COVID-19 harus tetap berjalan, menjadi tugas berat.

"Kami mendorong agar Pak Gubernur, Pak Sekda segera memproses peningkatan status Labkesda menjadi BLUD. Karena dengan BLUD, itu jadi setengah BUMD. Jawa Barat memerlukan uji sampel COVID-19 yang banyak dan berkelanjutan. Penduduk Jawa Barat paling banyak, wilayahnya luas," ujar Abdul Hadi kepada wartawan di Bandung.