Ridwan Kamil: Pembelajaran Tatap Muka di 4 Daerah Dimulai September

·Bacaan 1 menit

VIVA - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memastikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di empat daerah zona level 2 akan dimulai pada September 2021. Empat daerah tersebut di antaranya Kabupaten Tasikmalaya, Majalengka, Subang, dan Garut.

“Tatap muka sekolah di empat wilayah sudah bisa penuh dilakukan khususnya di PPKM level 2 di awal September ini. Tentu dengan prokes yang ketat,” ujar Ridwan Kamil di Bandung, Senin, 30 Agustus 2021.

Kendati demikian, Ridwan Kamil menekankan kehati-hatian kepada penyelenggara PTM agar tak kecolongan dalam meminimalisir potensi penularan virus corona atau COVID-19.

Baca juga: Ratusan SD dan SMP di Semarang Mulai Gelar Belajar Tatap Muka

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi menambahkan seluruh sekolah di Jabar sudah menyiapkan layanan sarana untuk PTM maupun layanan untuk PJJ.

Menurutnya, ketentuan terkait PTM mengacu pada status daerah PPKM yang dikeluarkan oleh peraturan pemerintah, terlebih jika sudah memasuki level 2 dan 1 atau berkategori hijau dengan penerapan prokes ketat.

"Orang tua/wali murid dalam tahap ini berhak memilih anaknya apakah diizinkan PTM atau PJJ, dan jika terjadi kasus di sekolah maka pihak sekolah dapat menangani segera kepada ruang UKS dan telah berkoordinasi dengan puskesmas setempat. Maka percepatan vaksinasi pelajar segera dilakukan agar dapat membantu percepatan pembukaan PTM. Intinya kita memastikan agar seluruh anak didik mendapatkan hak belajarnya dengan aman dan sehat," katanya.

Bahkan, sesuai instruksi Presiden, PTM dapat dilakukan jika seluruh siswa dan penyelenggara pendidikan sudah menerima vaksinasi COVID-19.

"Saya mengingatkan para siswa agar tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan meskipun sudah menerima vaksinasi karena COVID-19 masih ada. Sementara yang belum bisa melaksanakan PTM, siswa agar tetap semangat belajar meskipun harus dilakukan secara daring," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel