Ridwan Kamil: PPKM Darurat Berdampak BOR di Jabar Turun

·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, PPKM Darurat yang diberlakukan sejak 3 Juli 2021 memberi dampak baik pada keterisian tempat tidur atau BOR secara signifikan.

"Posisi BOR kita sudah turun tiga persen jadi mudah-mudahan ini menjadi awal dari proses pengendalian COVID yang tadinya di sebelum PPKM Darurat mencapai rekor di angka 90,69 persen sekarang posisi di hari ini setelah kurang lebih tujuh hari ada di 87,6 persen," ujar Ridwan Kamil, Senin, 12 Juli 2021.

Ridwan Kamil menerangkan, penurunan itu terjadi dengan pola memaksimalkan ketersediaan ruang isolasi di daerah-daerah dengan tidak mengarahkan ke rumah sakit.

"Strategi pengurangan pasien masuk melalui desa-desa dari 10 tempat tidur di desa kan setengahnya sudah diisi dan juga pergeseran pusat pemulihan menurunkan keterisian ke angka tiga persen," katanya.

Dia menambahkan, "Kemudian, isolasi di hotel pusat pemulihan itu juga terjadi penurunan khususnya di BPSDM, di sana dari 90 persen turun ke 60 persen, isolasi di hotel juga sama tidak ada kelas khusus mohon disamakan."

Lanjut Ridwan Kamil, warga Jawa Barat yang dinyatakan positif COVID-19 saat ini mayoritas memilih menjalani isolasi mandiri di rumah. "Saya sampaikan juga dari 80 ribuan kasus aktif di Jabar itu 60 ribuannya itu ada di rumah, jadi sebenarnya kesimpulan kasus aktif di Jabar itu ada di rumah-rumah," ujarnya.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel