Ridwan Kamil Putuskan Maju Pemilu 2024 atau Tidak di Tahun Depan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Dua pilihan tengah dipertimbangkan matang-matang oleh sosok Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dia merupakan salah satu tokoh yang disebut-sebut berpeluang maju dalam kontestasi Pemilu 2024.

Namun, Ridwan masih menimbang-nimbang dan melihat keadaan, akan maju di Pemilu 2024 atau kembali mengikuti Pilkada Jawa Barat.

"Belum (diputuskan)," ujar dia dalam wawancaranya bersama Wakil Pemimpin Umum Kompas, Budiman Tanuredjo dalam akun Youtube Harian Kompas, Minggu (14/11/2021).

Menurut dia, pada 2022, dia baru akan membuat keputusan akan maju di kontestasi nasional atau tidak. Termasuk menentukan partai politik yang cocok untuknya guna maju ke Pemilu 2024.

Dia mengatakan, banyak orang yang salah anggapan, akan terjadi kekosongan aktivitas jika dia memutuskan maju Pemilu 2024. Sebab, Pemilu 2024 pada dasarnya diselenggarakan April 2024, sedangkan masa jabatan Gubernur Jabar habis pada November 2023.

"Ada orang mengira kasihan Pak Ganjar, Pak Ridwan, jabatannya ada kosong. Banyak yang keliru karena pendaftaran kontestasi nasional itu Agustus 2023. Kalau saya atau Mas Ganjar gabung ikut dalam kontestasi, enggak ada jedanya karena sejak didaftarkan kan sudah langsung ikut rute kampanye," tutur Ridwan.

Tak Ingin Bohong, Ridwan Siap Maju

Meski belum menentukan akan maju pemilu atau pilkada, Ridwan Kamil mengaku siap jika ada partai yang meminangnya. Dia pun mengatakan, pernyataannya di Workshop PAN di Bali, Selasa (5/10/2021), itu serius.

"Betul. Saya yakin semua begitu, cuma enggak mau ngaku saja. Orang timsesnya sudah ke mana-mana. Saya dapat DM (direct message) dibuka pendaftaran... Jadi ngapain bohong juga kan? Tapi saya mah realistis, artinya saya enggak punya partai, belum clear. 'Kalau ada,' kan bahasanya begitu. Kalau ada ya bismillah. Kalau enggak ada ya enggak masalah," kata Ridwan.

Menurut dia, hakikat semua pemimpin itu sama, yakni mengurusi sejuta masalah masyarakat. Hanya jumlah orang yang menjadi tanggung jawabnya saja yang berbeda.

"Kita bicara hakikat ya. Kenapa enggak masalah? Karena memimpin itu hakikatnya sama, wali kota, gubernur, presiden itu sama ngurusin sejuta urusan. Bedanya, hanya jumlah yang ditanggungajawabi. Kalau wali kota 2,5 juta, Gubernur Jabar 50 juta, Indonesia 260 juta," jelas dia.

Berikhtiar

Ridwan Kamil membantah dia merancang langkah-langkah penjajakan bersama sejumlah pembesar partai. Dia mengaku hanya memenuhi undangan dari para tokoh tersebut.

Menurut dia, dalam kehidupan bermasyarakat terlebih pemimpin sepertinya, tidak boleh membatasai pergaulan.

"Eksklusif itu enggak boleh. Semua enggak saya skenariokan. Semua datang dari beliau-beliau itu," ujar Ridwan.

"Diundang Pak Zul ke Bali, beliau yang undang. Mas AHY datang ke Bandung, beliau yang datang, saya ajak naik motor biar enggak formil. Pak Airlangga datang. Saya diundang Bu Mega dalam penghargaan guru besar tidak tetap yang di Unhan, itu semua undangan kan," lanjut dia.

Dia mengatakan, saat bertemu dengan para petinggi parpol itu, mereka lebih banyak mengobrol soal kebangsaan. Dia pun menyampaikan kegelisahan-kegelisahan yang ada di hatinya. Tak ada omongan soal 'pinangan' dalam Pemilu 2024.

"Tapi kalau ngomongin politik praktis, politik kekuasaan rata-rata belum. Masih ngomongin apa kontribusi partai tersebut ke Jabar, masalah bangsa secara umum. Karena menurut saya, kontestasi nasional itu enggak matematis. Kenapa? Apa mas lihat Ma'ruf Amin jadi, hoaks? Enggak ada. Tiba-tiba jadi Wapres oleh takdirnya, oleh situasi di detik-detik terakhir," ujar Ridwan Kamil.

"Tugas manusia di dunia ini, berusaha. Setelah itu, takdir yang menentukan," sambung dia.

Oleh karena itu, dia tengah berikhtiar, memperbaiki kekurangan-kekurangan dan tidak antikritik. Jika ada hal positif di dirinya, bakal dia pertahankan. Dia juga menyiapkan mental untuk menerima takdir, akan maju ke Pemilu 2024 atau tidak.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel