Ridwan Kamil Sebut COVID-19 Varian Delta Menyerang Usia Muda

·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan varian baru COVID-19 dari India, yaitu Delta, tengah masif menginfeksi generasi muda di kota-kota besar di Jawa Barat.

Dia mengatakan itu berdasarkan laporan penanganan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Boromeus, Kota Bandung.

"Varian delta ini mulai juga menapaki usia usia muda, [menurut] laporan dari [Rumah Sakit] Boromeus yang saya ambil sampelnya," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu, 30 April 2021.

Varian itu, katanya, kebanyakan menular pada orang berusia muda karena kategori usia itu masih aktif dan mobilitasnya tinggi. Berdasarkan pengamatannya, memang didapati banyak pasien berusia muda, meski rata-rata cepat sembuh.

Ridwan Kamil mewanti-wanti untuk lebih memperketat protokol kesehatan terutama dalam penggunaan masker dan mengurangi mobilitas. "Ini menandakan anak muda itu sembuhnya cepat karena [varian] Delta ini menularnya cepat menapaki usia muda itu," katanya.

Varian delta atau varian B1617.2 dari mutasi COVID-19 sudah menyebar ke beberapa negara, termasuk di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI menyebut angka positif varian Delta di Indonesia mencapai 160 kasus sebagaimana hasil pemeriksaan whole genome sequencing per 20 Juni 2021.

Jumlah itu melonjak cukup tinggi dari sebelumnya. Pada 6 Juni, Kementerian mencatat jumlah varian Delta sebanyak 31 kasus dan hanya tersebar di lima provinsi. Berdasarkan data Badan Litbang Kemenkes per 20 Juni, varian Delta ditemukan di sembilan provinsi di Indonesia.

Salah satu yang perlu diperhatikan adalah varian Delta diketahui menular sangat cepat, sebagaimana diungkapkan oleh ahli imunologi dan virologi dr. Yordan Khaedir, Ph.D dalam program Hidup Sehat tvOne, Selasa 29 Juni.

"Sampai saat ini setelah beberapa pengamatan dan penelitian memang benar varian yang pertama muncul di India itu sangat memiliki karakteristik yang agak beda dengan varian original atau varian yang sebelumnya ditemukan, salah satunya mudah ditransmisikan, kemudian menular," kata Yordan.

Selain itu, katanya, varian Delta juga sangat kuat untuk menempel pada sel tubuh terutama sel yang ada di paru-paru, reseptor pasangannya lebih kuat, jadi mudah menular dan menginfeksi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel