Ridwan Kamil Sebut Desain Baru Islamic Center Surabaya akan Cetar

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Surabaya Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mendapatkan permintaan khusus dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mendesain ulang Islamic Center Surabaya. Untuk memenuhi permintaan tersebut, Ridwan Kamil meninjau ke lokasi Islamic Center Surabaya yang berada di Jalan Raya Dukuh Kupang, Surabaya, Jawa Timur Sabtu (29/5) pukul 15.00 WIB.

Dalam tinjauan ke gedung dan lahan yang memiliki luas 3,1 hektar tersebut, Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil di dampingi Khofifah dan Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak. Tinjauan langsung tersebut, karena Kang Emil tidak mau berimajinasi ketika akan mendesain ulang sebuah bangunan.

"Kalau mendesain sesuatu harus datang ke lokasi. Saya tidak pernah mengimajinasikan sebuah bangunan tanpa melihat lokasinya. Jadi kalau persiapan hari ini survei apakah nanti lahannya luas, sempit, bentuknya kotak, segitiga, lingkaran itu harus dilihat kasat mata," ujarnya Sabtu (29/5/2021).

Setelah melihat fasad gedung, Kang Emil menyebut desain baru gedung Islamic Center Surabaya dari sisi arsitektur harus terlihat megah terutama yang menghadap ke jalan raya. Hal ini akan menjadi magnet warga untuk berhenti dan masuk. Tadinya warga hanya sekadar melintas.

"Gambaran arsitekturnya pokoknya akan cetar. Artinya dari jauh bahasa visualnya akan wow, bukan yang diam tapi semarak. Sehingga bisa memanggil orang yang tadinya hanya sekadar lewat namun jadi ingin masuk untuk beribadah," ungkapnya.

Bangunan baru itu pun nantinya harus representatif dan memenuhi ekspektasi masyarakat. Rencananya bangunan utama akan lebih didorong ke depan dari lokasi semula.

Proyeksikan Sebagai Wisata Religi

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Sabtu (29/5/2021) mengunjungi gedung Islamic Center Surabaya di Jalan Raya Dukuh Kupang, Surabaya, yang akan didesain ulang olehnya dalam waktu dekat ini. (Foto: Pipin/Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Sabtu (29/5/2021) mengunjungi gedung Islamic Center Surabaya di Jalan Raya Dukuh Kupang, Surabaya, yang akan didesain ulang olehnya dalam waktu dekat ini. (Foto: Pipin/Biro Adpim Jabar)

Kang Emil menyebut, apabila sudah rampung dibangun ulang gedung Islamic Center Surabaya sangat memungkinkan untuk menjadi tempat wisata religi. Ini sejalan dengan pengembangan yang sedang dijalankan pemerintah setempat.

"Mungkin ini bisa jadi wisata religi, saya kira akan menambah PAD juga karena ini aset yang bisa dikembangkan," katanya.

Secara formal aktivitas desain ulang gedung Islamic Center Surabaya merupakan hibah aset intelektual properti yang pada masa mendatang bisa dipakai untuk kebutuhan lelang.

"Jadi secara formal saya menghibahkan aset intelektual properti desain yang nanti bisa dipakai saat lelang," ucapnya.

Kang Emil memastikan, dalam beberapa minggu ia akan menyerahkan rekomendasi desain baru gedung Islamic Center Surabaya kepada Gubernur Jatim.

Adapun kunjungan balasan ke Jawa Timur maupun ke daerah lainnya menurutnya harus maksimal guna kerja sama percepatan pembangunan.

"Memang harus diperbanyak kerja sama antar daerah dimulai dari pimpinannya sampai ke level bawah memberi bantuan, dorongan dan motivasi. Harusnya Indonesia seperti ini," tutur Kang Emil.

Pemprov Jatim Anggarkan Renovasi Rp 9 Miliar

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat di gedung Islamic Center Surabaya di Jalan Raya Dukuh Kupang, Surabaya.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat di gedung Islamic Center Surabaya di Jalan Raya Dukuh Kupang, Surabaya.

Di tempat yang sama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan terima kasihnya kepada Ridwan Kamil yang bersedia mendesain ulang dengan meninjau langsung ke lokasi.

"Saya dan Pak Wagub menyampaikan terima kasih dan selamat datang kepada Pak Gubernur Jabar. Pak RK (Ridwan Kamil) kan seorang arsitek, saya mohon kepada beliau untuk membantu mendesain ulang Islamic Center dan alhamdulillah beliau hadir di sini," ujarnya.

Menurutnya, banyak arsitektur masjid yang dirancang Ridwan Kamil menjadi landmark daerah bahkan hingga di luar negeri.

"Beliau arsitek, spesifik lagi, banyak masjid yang didesain oleh beliau," ucap Khofifah.

Ia menyampaikan bahwa, gedung Islamic Center Surabaya sepenuhnya merupakan aset milik Pemda Provinsi Jatim. Masyarakat Surabaya khususnya menginginkan agar gedung bisa dibangun ulang menjadi lebih representatif dan up to date dari segi arsitektur.

"Islamic Center (Surabaya) memang sangat banyak yang merekomendasikan untuk didesain ulang, diperluas dan ingin arsitekturnya bisa lebih update dan representatif," tuturnya.

Khofifah menyebut, Pemda Provinsi Jatim telah menyiapkan anggaran Rp9 miliar untuk renovasi gedung Islamic Center. Namun angka tersebut bisa saja berubah tergantung dinamika yang terjadi.

"Sementara alokasinya Rp9 miliar tapi bisa berubah mengikuti dinamika arsitekturnya. Pakai anggaran tahun 2021," katanya.

Kang Emil dan Khofifah Bahas Sektor Migas dan Energi Terbarukan

Khofifah menilai, kerjasama Jabar-Jatim ini merupakan bentuk komunikasi yang baik dan meningkatkan kerja sama antardaerah.

"Kami berkomunikasi cukup intensif sehingga partnership antardaerah bisa meningkat," ucap Khofifah.

Sebelumnya, kedua belah pihak terlebih dulu melakukan pertemuan di rumah dinas Gubernur Jatim Gedung Negara Grahadi sambil makan siang. Selain membahas desain baru gedung Islamic Center Surabaya, Ridwan Kamil dan Khofifah juga membicarakan sektor migas dan energi terbarukan.

Diketahui Jabar-Jatim merupakan daerah yang tergabung dalam Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) yang ketuanya adalah Ridwan Kamil.

"Kami sama-sama pengurus ADPMET setelah ini akan ada tim teknis yang merumuskan keadilan terkait bagi hasil migas yang tujuannya memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat," tutup Kang Emil.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel