Ridwan Kamil Sebut Lonjakan COVID-19 di Jabar Bagaikan Drama Korea

·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan distribusi oksigen menjadi dinamika mencolok dalam penanganan COVID-19 hari ini. Ridwan memastikan distribusi oksigen disebar sesuai kebutuhan ke seluruh Jawa Barat.

"Pandemi COVID itu ibarat drama Korea, berkepanjangan terus ada tema-temanya, ada tema dramanya kebijakan publik, drama makan di warung nasi 20 menit ada drama vaksin, data, oksigen juga," ujar Ridwan Kamil dalam konferensi virtual di Gedung Sate Kota Bandung, Rabu 28 Juli 2021.

Menurutnya, dinamika kebutuhan oksigen di Jawa Barat terus menunjukan kekhawatiran dengan bermunculannya kasus meninggal dunia.

Baca Juga: Motif Pembunuhan Sadis Ketua MUI Labura, Pelaku Sakit Hati Dinasehati

"Kita semua ini bagian dari cerita panjang itu, menyelamatkan nyawa itu tidak bisa menunggu, itu prinsip sehingga menyelamatkan rakyat kita itu tidak bisa selalu dengan hirarki dari birokrasi, nggak bisa," katanya.

"Itu orang udah engap-engapan mencari senapas dua napas untuk menyambung hidup maka siapapun yang punya kuasa mencarikan perpanjangan kehidupan di situlah letak kewajiban kita, ada yang tugasnya mencari sumber oksigen, ada yang mencari tabung siap pakai itu tidak mudah," tambahnya.

Menurutnya, varian delta dan lonjakan akibat libur panjang jadi penyebab ketersediaan oksigen di Jawa Barat menipis.

"Kenapa? Karena kita ditikung diwaktu yang mendadak, yang tadinya supplai normal, tiba-tiba oleh gelombang kedua yang terdiri dari kasus libur panjang dan varian delta yang menyerang dengan cepat," katanya.

"Mengakibatkan kita disadarkan pada satu unsur penyambung hidup yaitu oksigen khusus untuk pasien yang tidak bisa kita persamakan dengan oksigen yang kita hirup hari ini," terangnya.

Ridwan Kamil memastikan ancaman COVID-19 di Jawa Barat hingga mengakibatkan meninggal dunia bukan lagi ancaman terjauh.

"Kalau dulu jaraknya agak jauh, kalau sekarang sudah antara kita, sepupu saya berpulang, paman saya di Tasik berpulang, uwa pakde istri saya berpulang, kita tahlilan virtual, baru sedih pagi hari dzuhur ada wa innalilahi lagi, baru tarik nafas mendoakan malamnya bertubi-tubi wa innalilahi. Jadi sungguh berat," terangnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel