Ridwan Kamil Siapkan Pendidikan Gratis Bagi Siswa Kurang Mampu di Sekolah Swasta

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut ribuan siswa dari keluarga tak mampu akan mendapat fasilitas pendidikan gratis di sekolah swasta. Hal ini merupakan upaya membentuk pemerataan sekaligus menjadi solusi daya tampung sekolah negeri yang terbatas.

Program sekolah swasta gratis itu sudah disusun oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat bernama Sekolah Swasta Peduli Dhuafa/Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) di masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Sasarannya adalah siswa dari keluarga kurang mampu yang kesulitan melanjutkan sekolah jenjang SMA, SMK maupun SLB. Ia menyebut, banyak sekolah swasta yang ingin berpartisipasi dalam program tersebut.

"Kemungkinan akan ribu ribu anak dhuafa yang nanti sekolahnya di swasta tidak perlu bayar sama sekali selama 1 sampai 3 tahun. Nah ini gotong royong yang luar biasa," ujar Ridwan Kamil di Kantor Disdik Jabar, Selasa (7/6).

"Sekarang ratusan sekolah mau bergabung, dan hasil hitungan kita tadi saja satu kota sudah 700 an kursi gratis. Kalikan 27 (kabupaten kota di Jabar), saya asumsikan kan beribu ribu di atas 5.000 kira-kira," katanya.

Jumlah tersebut sangat signifikan jika dibandingkan dengan upaya serupa pada tahun lalu, dimana hanya 70 siswa keluarga tidak mampu yang difasilitasi sekolah gratis oleh yayasan maupun sekolah swasta.

"Mau sekolah negeri swasta sama saja, kesuksesan tidak selalu diukur oleh sekolah formal," ucap dia.

Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi menyebut sejauh ini sudah ada 22 sekolah atau yayasan di Kota Bandung dan Kota Cimahi yang bersedia menyediakan kursi untuk siswa tidak mampu secara gratis.

"Total kuotanya mencapai 748, mereka siap menampung dan menggratiskan warga miskin selama tiga tahun. Kita berharap terus bertambah. Di masa pandemi Covid-19 ada warga miskin baru, sementara jumlah sekolah negeri juga terbatas, maka harus dibuka inovasi tersebut," pungkas Dedi. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel