Ridwan Kamil Tuntut Bupati Tangerang Diperiksa Kasus Habib Rizieq

Mohammad Arief Hidayat, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Barat untuk kasus pelanggaran protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dalam sebuah kegiatan kerumunan massa yang dihadiri Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Kabupaten Bogor.

Ridwan Kamil menerangkan bahwa kasus yang bergulir hingga menyebabkan dia diperiksa oleh polisi sebetulnya berawal dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud Md.

"Kekisruhan saya nilai berlarut, awalnya ini dari Pak Mahfud: menjadi tafsir berbeda di masyarakat bahwa saat Habib Rizieq pulang [dari Arab Saudi ke Indonesia] boleh dijemput, selama tertib dan damai boleh, sehingga ada diskresi dari Pak Mahfud kepada PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Jakarta dan Jabar," katanya kepada wartawan usai pemeriksaan itu di Markas Polda Jawa Barat di Bandung, Rabu, 16 Desember 2020.

Baca: Polda Metro: MRS Takut Ditangkap sehingga Dia Menyerah

Bahkan, Ridwan meminta Mahfud ikut bertanggung jawab atas dinamika yang terjadi sejak peristiwa itu hingga sekarang. "Saya kira beliau harus bertanggung jawab. Dan semua punya peran yang harus diklarifikasi," katanya.

Dia juga menyinggung pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 di Bandara Soekarno-Hatta yang tak jelas penindakannya. Kepala daerah tempat kedudukan Terminal III Bandara Soekarno-Hatta, yaitu Kabupaten Tangerang, Banten, menurutnya, mestinya juga bertanggung jawab atas kerumunan massa pada hari kepulangan Habib Rizieq pada 10 November.

"Sekarang di sana ada bupati saat HRS (Habib Rizieq Shihab) pulang yang juga banyak massanya, harusnya mengalami perlakuan hukum yang sama," katanya. (ase)

(Ralat dari Redaksi: Artikel ini telah dikoreksi pada pukul 19.45 WIB, Rabu, 16 Desember 2020. Bagian yang dikoreksi adalah judul yang semula ‘Ridwan Kamil Tuntut Wali Kota Tangerang Diperiksa Kasus Habib Rizieq’ menjadi ‘Ridwan Kamil Tuntut Bupati Tangerang Diperiksa Kasus Habib Rizieq’; lalu kalimat ‘Kota Tangerang’ pada paragraf kelima diubah menjadi ‘Kabupaten Tangerang’; dan penjelasan dalam tanda kurung ‘(wali kota—ed.)’ di paragraf terakhir dihapus.).