Ridwan Kamil Ungkap 3 Nilai Spiritual yang Dipegang Selama Memimpin Pemerintahan

·Bacaan 1 menit
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil mengklaim seluruh daerah di Jawa Barat, saat ini sudah berada di zona kuning atau kategori risiko rendah dengan skor 2,73 dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Liputan6.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengungkap tiga nilai spiritual yang ia pegang dalam kepemimpinannya selama ini.

"Pertama, niatkan kepemimpinan sebagai ibadah," katanya saat menjadi narasumber Remote Workshop bertemakan Adaptive Leadership secara virtual dari Gedung Pakuan Bandung, Jumat (8/10/2021).

Emil, sapaannya, mengaku berpegangan pada salah satu surat dalam Al-Qur'an, yakni perintah beribadah bagi setiap manusia saat diciptakan ke muka bumi.

"Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah’ Makanya saya sebagai dosen, wali kota, gubernur niatnya adalah ibadah," ucapnya.

Nilai spiritualitas kedua yang ia pegang adalah bahwa kekuasaan sifatnya hanya sementara. Menyadari akan hal itu, Emil ingin mengakhiri masa jabatannya dengan husnul khatimah.

"Jadi saya berdoa pada diri sendiri agar saya mengakhiri jabatan dengan husnul khatimah," ujarnya.

Kembali mengutip ayat dalam Al-Qur'an, Emil mengingatkan kepada setiap yang memegang kekuasaan agar menggunakannya sebaik mungkin. Sebab, katanya, Allah dapat mencabut kekuasaan tersebut kapan pun. Ini sering dialami oleh sejumlah pejabat di Indonesia yang harus mengakhiri kepemimpinannya karena terlibat kasus korupsi.

"Jadi saya berkompetisi untuk jadi Gubernur Jabar dan Allah takdirkan, Allah juga bisa cabut kekuasaannya kapan pun," katanya.

Adapun nilai spiritualitas terakhir yang Emil pegang dalam memimpin, adalah komitmen memberikan manfaat bagi masyarakat lewat kekuasaannya.

Manusia yang paling mulia di mata Allah adalah manusia yang bermanfaat. Untuk itu, menurut Emil, seorang ketua RT bisa lebih mulia ketimbang Gubernur bila kehadirannya dirasakan manfaatnya oleh warga.

"Seorang ketua RT bisa lebih mulia dari pada Gubernur kalau dia hidupnya dirasakan manfaatnya oleh warga. Jadi kalau lihat saya sibuk bikin terobosan ya itu tadi saya enggak mau jadi manusia yang rugi yang kepemimpinannya habis tapi tidak ada jejak atau karya," tuturnya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel