Ridwan Kamil Ungkap 7 Daerah di Jabar Masuk Zona Merah COVID-19

Daurina Lestari, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengungkapkan ada penambahan zona merah sebaran virus corona atau COVID-19. Per hari ini tercatat tujuh kabupaten kota menjadi zona merah dan tiga di antaranya merupakan daerah yang melaksanakan pilkada serentak 2020.

Ridwan Kamil menjelaskan tujuh daerah itu antara lain, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, Kota Bekasi, dan Kota Cimahi.

"Ada penambahan zona merah pasca-libur panjang yang cukup signifikan," kata Ridwan Kamil di Bandung, Jawa Barat, Selasa 17 November 2020.

Ridwan Kamil mengimbau warga maupun tokoh masyarakat di tiga daerah pelaksana pilkada yaitu Kabupaten Bandung, Karawang, dan Tasikmalaya untuk terdepan dalam menerapkan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penularan COVID-19.

"Tiga daerah melaksanakan pilkada bersamaan status zona merah, jadi harus diwaspadai," katanya.

Baca juga: Diperiksa Hampir 10 Jam, Anies Baswedan Dicecar 33 Pertanyaan

Pemprov Jabar pun akan mengantisipasi kenaikan kasus positif COVID-19 pada libur panjang akhir 2020. Ridwan Kamil berharap tidak ada lagi kenaikan kasus signifikan seperti libur panjang sebelumnya.

Dia menjelaskan, kesadaran wisatawan menaati protokol kesehatan COVID-19 yaitu menggunakan masker, menjauhi kerumunan dan cuci tangan menjadi kesadaran utama untuk memutus mata rantai penularan.

"Kita ada libur panjang lagi di akhir tahun, mudah-mudahan kasus tidak banyak walaupun belum diputuskan (regulasi khusus)," ujar Ridwan Kamil.

Menurutnya, fenomena libur panjang diakui menjadi momentum kenaikan kasus yang signifikan. Selama pandemi, Jawa Barat sudah mengalami dua kali libur panjang. Keduanya menunjukkan perkembangan lonjakan kasus positif.

Ridwan Kamil berharap pengelola wisata mempelajari dari fenomena libur panjang sebelumnya untuk memperketat protokol COVID-19. "Mudah-mudahan 3M diterapkan di destinasi wisata juga ditegaskan. Di akhir tahun mudah-mudahan kasus tidak banyak," katanya.

Sebelumnya, Tim Gugus Tugas COVID-19 Jawa Barat mengungkapkan, kasus aktif paling banyak terjadi di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi (Bodebek).