Ridwan Kamil Ungkap Hal Menggelitik Dibalik Duka Kehilangan Sang Putra, Emmeril Khan Mumtadz

Fimela.com, Jakarta Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil masih dirundung duka pasca meninggalnya sang putra, Emmeril Khan Mumtadz. Namun, kebesaran hati pria yang kerap disapa Kang Emil itu menerima kenyataan pahit patut diapresiasi. Dalam suasana duka, mantan Walikota Bandung itu tampak masih bisa melontarkan cerita yang mengundang tawa.

Lewat akun instagram miliknya, Ridwan Kamil sempat membagikan momen lucu yang terjadi di gedung Pakuan, Bandung, tempat jenazah Eril disemayamkan sebelum ke pemakaman. Ridwan Kamil mengawali ceritanya dengan menggambarkan suasana haru yang terjadi di gedung Pakuan sebelum jenazah Emmeril Khan Mumtadz dimakamkan.

"Saat di Pakuan menerima ucapan duka, terlihat warga mengantri cukup panjang, dan rata-rata menangis," tulis Ridwan Kamil.

Malah Ucapkan Selamat

<p>Ridwan Kamil (Foto: Instagram/@ridwankamil)</p>

Ridwan Kamil (Foto: Instagram/@ridwankamil)

Melanjutkan ceritanya, Kang Emil lantas menyebut ada seorang ibu yang mengantre dalam antrian warga yang hendak mengucap belasungkawa. Yang mengejutkan, si ibu yang digambarkan Kang Emil bergamis hitam dengan mata sembab tiba-tiba menyalaminya dan mengucapkan selamat Idulfitri.

"Dan sampailah giliran seorang ibu-ibu bergamis hitam, yang matanya sembab dan penuh tangis, dan dengan terbata-bata dia pun berucap, 'se se selamat idul fitri ya pak. Mo..mohon maaf lahir dan batin...'," paparnya.

Merespon

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani bertakziah ke kediaman pribadi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Dokumentasi Gerindra).
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani bertakziah ke kediaman pribadi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Dokumentasi Gerindra).

Masih dari unggahannya tersebut, Kang Emil lantas menggambarkan situasi yang terjadi setelahnya. Mendengar si ibu mengucapkan selamat Idulfitri sambil memohon maaf, Ridwan Kamil pun meresponnya dengan santai.

"Saya: 'oh iya bu, minal aidzin wal faizin kalo gitu'," katanya.

"Saya kira mau takziah, mungkin ia mengira kitasedang halal bihalal," sambungnya mengakhiri.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel