Ridwan Kamil: Vaksinasi COVID-19 untuk Lansia Ranking 3 Se-Indonesia

Lis Yuliawati, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengakui vaksinasi vaksin COVID-19 tahap II untuk lansia masih dihadapkan dengan kendala. Selain tertantang oleh ketersediaan vaksin, penyuntikan terhadap lansia masih rumit dengan teknis penyuntikan.

"Kalau untuk vaksinasi profesi publik kita Jawa Barat ranking 1, tapi lansia masih kurang kira-kira ranking 3 karena itu minggu ini kita akan maksimal penyuntikan lansia," ujar Ridwan Kamil di Bandung, Selasa, 16 Maret 2021.

Ridwan Kamil mengungkapkan, kendala penyuntikan untuk lansia terjadi di ranah Puskesmas karena tidak seimbang menampung jumlah penerima vaksin dan tenaga vaksinator.

"Jabar butuh 150 ribu penyuntikan per hari ternyata Puskesmas tidak memadai oleh karena itu membutuhkan minimal 40 gedung besar untuk bisa memvaksin masal 2 ribu orang per hari," katanya.

Sedangkan untuk evaluasi vaksinasi tahap 1, Ridwan Kamil menilai, klaster penularan COVID-19 tenaga kesehatan pascavaksinasi menurun. "Sebelum ada vaksinasi kasus-kasus COVID-19 yang kena di tenaga kesehatan cenderung naik tapi setelah dilakukan vaksinasi, kasus yang kena ke tenaga kesehatan itu makin turun," ujarnya.

Lanjut Ridwan Kamil, pihaknya meyakini vaksinasi menjadi penyebab penyebaran COVID-19 dapat dihentikan. "Apakah gara divaksin? Mudah-mudahan begitu, tapi kalau dari pembacaan statistik kasus kepada tenaga kesehatan di Jawa Barat sejak dilakukan vaksinasi terlihat menurun," ujarnya.