Ridwan Kamil Yakin Kekacauan Data Pusat soal Positif COVID-19

Ezra Sihite, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil masih bersikukuh dengan kekacauan data kasus aktif versi pusat yang menyebutkan kasus positif COVID-19 di daerahnya terus meningkat. Ridwan Kamil berkeyakinan bahwa keterlambatan verifikasi update data di level pusat menjadi penyebabnya. Menurut dia jumlah sebenarnya kasus positif COVID-19 di Jawa Barat sudah menurun.

"Indikator di Jawa Barat rata-rata membaik ya. Jadi menunjukkan kasus harian yang dilaporkan itu yang di atas, tapi sebenarnya yang ditetapkan lab itu sebenarnya turun," ujar Ridwan Kamil di Mapolda Jawa Barat Kota Bandung, Jabar, Selasa 2 Februari 2021.

Ridwan Kamil berkeyakinan lonjakan kasus positif yang kerap diumumkan sebenarnya pasiennya sudah sembuh. Tidak hanya itu, kekacauan data pusat ini terlihat dengan bertabrakannya dengan data keterisian fasilitas kesehatan di Jawa Barat.

"Artinya kasus yang disebut meningkat itu banyak kasus lama karena keterisian rumah sakit kita sekarang bagus sudah di bawah 70 persen yaitu 69. Logikanya kalau kasus itu naik, heboh kan berita rumah sakit juga enggak bisa dibohongi berarti penuh dengan orang orang yang baru sakit," katanya.

Lanjut Ridwan Kamil, situasi tersebut semakin meyakinkan bahwa akurasi data di level provinsi dan pusat timpang.

"Maka ruang perawatan isolasi logikanya seiring dengan kasus aktif harian, ini kan enggak. Dilaporkan kasus jawa barat heboh naik, tapi rumah sakit turun, kan enggak nyambung," katanya.

"Yang betul adalah kasus Jawa Barat secara realita penetapan lab itu sudah cenderung menurun seiring juga berita dari rumah sakit bahwa orang orang sudah tidak terlalu panik sebulan terakhir. Kita bertekad rumah sakit di Jawa Barat ke 60. Kalau standar pusat kan 70 ya kritisnya. Kita sudah di bawah pusat tapi saya push seminggu dua minggu ini supaya keterisian di bawah 60. Minggu lalu 3,300 kasus heboh padahal 1,900 nya kasus lama. Yang kasus barunya 1,200," kata mantan Wali Kota Bandung ini.