Rieke Tawarkan Langkah Penyelesaikan Banjir di Jabar-Jakarta

Bandung (ANTARA) - Calon gubernur Jabar 2013 yang diusung oleh PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka mempunyai tiga langkah untuk penanggulangan masalah banjir di Provinsi Jabar dan DKI Jakarta.

"Di sini saya menyatakan ada langkah-langkah penanganan banjir yang dikelompokan dalam tiga poin, yakni program jangka pendek, menengah dan panjang," kata Rieke Diah Pitaloka, di Bandung, Kamis.

Ia menuturkan, ada tiga langkah yang termasuk dalam program jangka pendek menyelesaikan masalah banjir di Provinsi Jabar dan DKI Jakarta.

Pertama, kata calon gubernur Jabar dengan nomor urut lima ini adalah mendesak pemerintah pusat dan daerah segera melakukan tindakan evaluasi dan penyelematan bagi korban banjir.

Kedua, segera melakukan pemetaan terhadap daerah rawan longsor dan menyatakan daerah tersebut tertutup serta penduduk disekitarnya untuk segera di evakuasi.

"Ketiga segera bangun posko pengungsian yang tidak hanya dilengkapi fasilitas umum, tapi ada ruang khusus bayi dan anak-anak. Itu program hangka pendeknya" katanya.

Untuk penyelesaian banjir jangka menengah, lanjut dia, adalah membangun sistem komunikasi dan koordinasi yang tidak bertele-tele, lebih efektif dan solutif serta transparan antara Pemprov Jabar, Pemprov DKI Jakarta dan Banten supaya penanganan banjir tidak bersifat musiman.

"Penyelesaian masalah banjir jangka menengah juga termasuk tentang sistem pengendalian banjir yang mengarah kepada pencegahan bukan sekedar respon terhadap banjir.

Hal tersebut, kata Rieke, sesuai dengan UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

"Tindakan prefentif untuk memperkuat kapasitas masyarakat di dalam menghadapi bencana. Artinya masyarakat didorong untuk memiliki kemampuan mengenai ancaman yang ada di daerah masing-masing, mengenai kerentanan, dan memiliki keterampilan dalam merespon setiap bencana," katanya.

Dikatakannya, ada tiga hal yang bisa dilakukan dalam penyelesaian banjir jangka panjang untuk Provinsi Jabar dan DKI Jakarta, yakni pertama pengurangan resiko bencana harus menjadi arus utama di dalam seluruh model aktivitas pembangunan dan kedua ialah harus dimiliki peta kebencanaan yang dibangun secara partisipatif dan berbasis masyarakat.

"Dan ketiga, dalam penanganan jangka panjang ini ialah terkait daya dukung lingkungan melakukan donasi atas wilayah kebencanaan dan menetapkan zona konservasi yang terbebas dari aktivitas pembangunan yang memiliki potensi terjadi bencana alam," katanya.

Terkait banjir yang mengepung wilayah Ibu Kota Indonesia, Rieke mengajak kepada seluruh simpatisannya untuk menjadi relawan kemanusian dan menjadikan posko-posko relawan Paten di manapun sebagai posko penanggulangan bencana.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.