Rig Minyak 7 Naga Tenggelam di Perairan Serawak Malaysia

Raden Jihad Akbar, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 2 menit

VIVA – Instalasi peralatan pengeboran lepas lantai atau rig jack-up milik kontraktor pengeboran Malaysia Velesto tenggelam setelah menembus dasar laut di lokasi lepas Pantai Sarawak, Malaysia, Selasa, 4 Mei 2021. Insiden ini diduga bermula karena adanya kerusakan pada salah satu penyangga alat tersebut.

Dikutip dari Energy Voice, Rabu 5 Mei 2021, seorang sumber mengatakan, salah satu kaki rig jack-up Naga 7 yang rusak itu mengakibatkan posisinya miring dan mulai tenggelam sebagian. Kerusakan ini akhirnya membuat kilang tenggelam seluruhnya..

"Ia (Rig) menembus sebagian dasar laut yang terkonsolidasi dan menjadi lumpur yang tidak terkonsolidasi di bawahnya, tampaknya di salah satu sudut," ujar sumber tersebut.

"Sepertinya seluruh rig hilang," tambahnya.

Insiden itu dikatakan semestinya sudah bisa diantisipasi. Karena diketahui dasar laut yang lemah sudah dapat diidentifikasi selama survei lokasi. Termasuk mengidentifikasi bahaya yang ditimbulkan selama pengeboran awal.

"Jenis dasar laut yang lemah ini seharusnya telah diidentifikasi selama survei lokasi, survei dasar laut dengan resolusi tinggi yang mendetail untuk mengidentifikasi lokasi terbaik untuk rig dan mengidentifikasi bahaya dangkal yang mungkin ditemui selama pengeboran awal seperti kantong gas, ngarai dalam yang dibentuk oleh arus aktif yang kuat, risiko kegagalan lereng, dan lain-lain," kata sumber itu.

Baca juga: 7 BUMN Bakal Dibubarkan Erick Thohir Tahun Ini

Sebenarnya, jack-up leg punch telah menjadi masalah yang sering terjadi di Asia Tenggara. Sumber yang berbasis di Malaysia ini melaporkan bahwa survei lokasi untuk proyek pengeboran dilakukan oleh Fugro dan pengeboran tanah oleh Java Offshore. Namun hal ini belum dikonfirmasi oleh operator.

Sementara itu, sumber lain di tempat kejadian melaporkan bahwa rig ditinggalkan dan tiga sekoci dikerahkan untuk mengevakuasi 101 personel rig tersebut secara aman. Velesto Energy mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dari insiden tersebut.

Rig Naga 7 berada di lokasi sumur appraisal Salam-3 di perairan sedalam sekitar 90 meter ketika kecelakaan itu terjadi. Situs ini terletak di Blok WL4-00, yang dioperasikan oleh ConocoPhillips atas nama mitranya Petronas Carigali dengan pembagian 50-50.

ConocoPhillips mengonfirmasi kepada Energy Voice bahwa insiden laut terjadi pada 3 Mei sekitar pukul 14.45 waktu setempat. Ketika rig pengeboran jack-up Naga 7 ditempatkan di Salam-3 yang terletak di lepas pantai Sarawak.

"Saat kejadian awal, Naga 7 sedang listing, dan diperintahkan evakuasi," kata Conoco dikutip dari keterangannya.

"Tim Tanggap Darurat kami telah dimobilisasi dan otoritas terkait lainnya telah diinformasikan. Kami mengonfirmasi bahwa semua penumpang telah dievakuasi dari NAGA 7 tanpa cedera yang diketahui. Mayoritas kru sudah kembali ke Miri, kecuali mereka yang masih berada di sekitar lokasi untuk menanggapi kejadian tersebut," jelasnya.

Perusahaan migas itu mengatakan, pada pukul 7.45, Selasa pagi, dipastikan Naga 7 telah tenggelam. Saat ini, prioritas utama pihaknya adalah tetap pada keselamatan manusia dan lingkungan.