Rights Issue, Bank Woori Saudara Bakal Terbitkan 2,68 Miliar Saham Baru

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) akan melaksanakan penawaran umum terbatas (PUT) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Senin (7/6/2021), PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk akan menambah modal dengan memberikan HMETD kepada pemegang saham dengan jumlah sebanyak-banyaknya 2,68 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per lembar saham.

Perseroan menyatakan dengan menambah modal akan pengaruhi kondisi keuangan perseroan secara positif antara lain mengurangi biaya bunga, meningkatkan likuiditas dan perbaiki struktur permodalan sehingga memperkuat neraca keuangan perseroan. Selain itu meningkatkan aset dengan ada tambahan pendanaan yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha perseroan.

Adapun rights issue akan berpengaruh terhadap pemegang saham. Bagi pemegang saham perseroan yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru sesuai HMETD akan alami penurunan persentase kepemilikan sahamnya atau dilusi.

"Seluruh dana yang diterima dari penambahan modal dengan HMETD, setelah dikurangi dengan seluruh biaya emisi, akan dipergunakan untuk memperkuat struktur modal dan pengembangan usaha,” tulis perseroan.

Gerak Saham SDRA

Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan saham Senin, 7 Juni 2021, saham PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) naik tipis 0,72 persen ke posisi Rp 695 per saham.

Saham SDRA sempat dibuka stagnan di posisi Rp 690 per saham. Saham SDRA berada di posisi tertinggi Rp 695 dan terendah Rp 685 per saham. Total frekuensi perdagangan 25 kali dengan nilai transaksi Rp 26,4 juta.

Sepanjang 2021, saham SDRA turun 6,08 persen ke posisi Rp 695 per saham. Saham SDRA berada di posisi tertinggi Rp 1.180 dan terendah Rp 615. Total frekuensi perdagangan saham 15.269 kali dengan nilai transaksi Rp37,8 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel