Rights Issue, Summarecon Agung Bidik Dana Rp 1,49 Triliun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) telah mengantongi restu dari pemegang saham untuk menambah modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue II.

PT Summarecon Agung Tbk akan melepas sebanyak-banyaknya saham baru 2,081 miliar atau sebesar 12,6 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PUT II atau rights issue. Nilai nominal untuk aksi korporasi ini sebesar Rp 100 setiap saham dengan harga pelaksanaan Rp 720.

Dengan begitu, jumlah dana yang akan diterima Perseroan dalam PUT II ini adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 1,5 triliun.

"Dengan melakukan PUT II, Perseroan berharap untuk memperoleh dana sebanyak-banyaknya sebesar Rp 1.498.886.408.160,” tulis manajemen dalam prospektus di keterbukaan informasi BEI, Selasa (8/6/2021).

Rincian penggunaan dana tersebut, yakni sekitar 27,88 persen atau sebesar Rp 416 miliar akan digunakan untuk pelunasan Utang Pokok Obligasi Berkelanjutan III Summarecon Aung Tahap I.

Kemudian 5,86 persen atau sebesar Rp 87,5 miliar akan digunakan untuk menutup pembayaran sesuai tanggal-tanggal jatuh tempo atau pembayaran lebih awal, alias cicilan pokok utang Perseroan kepada pT Bank Mandiri Tbk.

Sebesar 66,26 persen atau sebanyak-banyaknya Rp 988,89 miliar akan digunakan untuk modal kerja PT Summarecon Agung Tbk dan penambahan setoran modal ke PT Summarecon Investment Property (SMIP) melalui PT Summarecon Bali Indah (SMBI) dan PT Bali Indah Development (BLID) untuk pendanaan anak perusahaan, yaitu PT Permata Jimbaran Agung (PMJA) dan PT Hotelindo Permata Jimbaran (HOPJ).

Berdasarkan Surat Pernyataan Kesanggupan, PT Semarop Agung sebagai pemilik 4,87 juta saham yang mewakili 33,78 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan, menyatakan PT Semarop Agung akan melaksanakan seluruh HMETD yang akan diterimanya dalam PUT II.

"Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam PUT II akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) dalam jumlah maksimum sebesar 12,6 persen," imbuh manajemen.

Rencananya, tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD atau cum rights di pasar reguler dan negosiasi pada 3 Juni 2021, dan pasar tunai pada 7 Juni 2021. Recording date atau tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atas HMETD pada 7 Juni 2021.

Tanggal distribusi HMETD pada 8 Juni 2021, periode perdagangan HMETD pada 9-15 Juni 2021. Tanggal akhir pembayaran pemesanan saham tambahan pada 17 Juni 2021, dan pengembalian kelebihan uang pemesanan pada 22 Juni 2021.

Gerak Saham SMRA

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 8 Juni 2021, saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) turun 2,76 persen ke posisi Rp 800 per saham. Saham SMRA dibuka stagnan di posisi Rp 905 per saham.

Saham SMRA berada di posisi tertinggi Rp 880 dan tertinggi Rp 915 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.786 kali dengan volume perdagangan 452.658. Nilai transaksi Rp 40,5 miliar.

Sepanjang tahun berjalan 2021, saham SMRA melonjak 12,42 persen ke posisi Rp 905 per saham. Saham SMRA berada di level tertinggi Rp 1.070 dan terendah Rp 670 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 474.537 kali dengan nilai transaksi Rp 4,6 triliun.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini