WHO Rilis Panduan Terbaru Penggunaan Masker untuk Cegah COVID-19

Liputan6.com, Jakarta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan panduan terbaru penggunaan masker untuk mencegah penularan COVID-19.

Namun, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan bahwa penggunaan masker saja tidak bisa melindungi seseorang dari COVID-19.

"Cara ini hanya boleh dilakukan sebagai bagian dari strategi komprehensif dalam memerangi COVID-19. Masker saja tidak akan melindungi Anda dari COVID-19," kata Tedros dalam konferensi persnya pada Jumat lalu, dikutip dari laman resmi WHO pada Minggu (7/6/2020).

"Masker bukan pengganti jaga jarak fisik, kebersihan tangan, dan tindakan kesehatan masyarakat lainnya."

Dalam panduan terbarunya, WHO masih meminta agar orang yang sakit dengan gejala COVID-19 harus tetap di rumah dan harus berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan.

Panduan yang Tidak Berubah

Calon penumpang kereta api mengenakan masker saat berada di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (31/01). Dalam rangka pencegahan Virus Corona, PT Kereta Api Indonesia (persero) melakukan sosialisasi kepada penumpang dengan membagi-bagikan masker di stasiun Gambir. (merdeka.com/Imam Buhori)

Sementara bagi mereka yang dikonfirmasi positif COVID-19, harus diisolasi dan dirawat di fasilitas kesehatan.

Bagi mereka yang berkontak dengan pasien positif COVID-19 juga harus dikarantina.

"Jika benar-benar perlu orang sakit atau kontak meninggalkan rumah, mereka harus mengenakan masker medis," kata Tedros.

Hal yang tidak berubah lainnya adalah saran agar orang yang merawat pasien terinfeksi di rumah harus menggunakan masker medis saat mereka berada di ruangan yang sama dengan orang sakit.

"Dan WHO terus menyarankan agar petugas kesehatan menggunakan masker medis dan peralatan pelindung lainnya ketika berhadapan dengan pasien COVID-19 yang dicurigai atau dikonfirmasi," ujarnya.

Panduan Terbaru

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Liputan6/AFP)

Ada beberapa panduan baru mengenai penggunaan masker dari WHO.

Tedros mengatakan, di daerah dengan tingkat penularan luas, WHO merekomendasikan penggunaan masker medis bagi semua orang yang bekerja di area klinis fasilitas kesehatan. Tidak hanya pekerja yang menangani pasien COVID-19.

"Itu berarti, misalnya, seorang dokter yang melakukan kunjungan reguler di unit kardiologi atau perawatan paliatif di mana tidak ada pasien COVID-19 yang dikonfirmasi, mereka harus tetap memakai masker medis," kata pria asal Ethiopia itu.

Selain itu, di daerah dengan transmisi lokal, WHO meminta agar orang yang berusia 60 tahun atau lebih, serta memiliki masalah kesehatan bawaan, untuk tetap mengenakan masker medis di saat jaga jarak fisik tidak dimungkinkan.

WHO juga memperbarui panduan penggunaan masker di wilayah publik di daerah transmisi lokal.

"Sehubungan bukti yang terus berkembang, WHO menyarankan bahwa pemerintah harus mendorong masyarakat umum untuk mengenakan masker di mana ada penyebaran yang meluas dan jarak fisik sulit diterapkan, seperti di angkutan umum, toko-toko, atau di lingkungan terbatas atau ramai lainnya," kata Tedros.

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini