Rilis Terkait Akuisisi Google Ternyata Palsu

New York (AFP/ANTARA) – Sebuah rilis berita palsu menyebabkan beberapa situs menyuguhkan artikel salah tentang berita bahwa Google membuat senilai akuisisi 400 juta dolar Amerika Serikat (sekitar Rp3,85 triliun) terhadap sebuah perusahaan nirkabel pada Senin, kata perusahaan target.


“Ini adalah berita palsu. Kami sedang menyelidiki sumbernya,” kata sebuah pernyataan email dari George Strouthopoulos, kepala eksekutif ICOA, perusahaan nirkabel yang konon dikabarkan telah diakuisisi Google.


Beberapa laporan itu dimulai setelah rilis palsu itu diunggah di situs PRWeb yang dimiliki oleh perusahaan perangkat lunak Vocus.


“Ini TIDAK BENAR!!” kata Strouthopoulos dalam sebuah email. “Tidak pernah ada diskusi dengan pengakuisisi manapun!! Ini benar-benar palsu!”


Eksekutif itu menambahkan bahwa “seseorang, yang saya kira promotor saham dengan niat jahat, menyebarkan informasi palsu dan menyesatkan kalangan PR.”


Dia mengatakan bahwa ICOA “akan melaporkan hal ini kepada pihak berwenang.”


Selama beberapa jam, laporan yang beredar mengatakan bahwa Google telah melakukan pembelian sebagai bagian dari sebuah upaya untuk pindah ke komunikasi nirkabel. Sejumlah pejabat Google menolak untuk mengonfirmasi berita mengenai akuisisi tersebut. (kn/ik)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...