RIM dan ITB Buka Pelatihan Aplikasi Gratis  

TEMPO.CO, Bandung - Para pengembang atau developer aplikasi di Indonesia mulai Agustus 2012 diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan gratis di Research in Motion (RIM) Innovation Center yang baru dibuka di Institut Teknologi Bandung. Pelatihan itu terbuka untuk umum.

”Waktu pendaftarannya akan diumumkan segera di Internet,” kata Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan ITB, Suhono Harso Supangkat, kepada Tempo.

Pelatihan gratis itu terbuka bagi mahasiswa S1 hingga S3 dari seluruh kampus di Tanah Air, tidak sebatas di kalangan ITB. Namun ada seleksi dan syaratnya karena jatah kursi hanya disediakan untuk 25 orang.

Pelatihan untuk menjadi developer aplikasi itu akan berlangsung selama dua-tiga pekan. "Jadwalnya harian atau mingguan masih dibahas," ujarnya.

Peminat akan diseleksi lewat wawancara serta tes tertulis. Saringan itu, kata Suhono, untuk mengukur besarnya motivasi dan kemampuan dasar yang dimiliki calon peserta.

"Misalnya programming awal dan kemampuan analitiknya. Kalau masih nol, ya enggak bisa," kata dia. Hasil karya aplikasi peserta nantinya bisa diajukan ke BlackBerry.

Selain itu, RIM Innovation Center membuka pendaftaran untuk program beasiswa riset aplikasi BlackBerry. Kursi untuk program selama setahun yang khusus bagi mahasiswa ITB ini cukup banyak. Mahasiswa S1 antara 15-20 orang, mahasiswa S2 sebanyak 10-15 orang, sedangkan mahasiswa S3 berkisar 6-10 orang.

"Selain uang kuliah ditanggung, peserta juga dapat biaya hidup per bulan, besarnya Rp 2,5 juta sampai Rp 4 juta," kata Suhono.

Tawaran pelatihan dan beasiswa itu, ujar pendiri kelompok developer Better B, Abdul Ala Almaujudy, sangat menggiurkan sekaligus menantang para developer lokal. Menurut dia, jumlah pengembang teknologi di Indonesia sudah cukup banyak dan ada yang berkualitas hingga diakui pihak asing. "Tapi kreativitas, riset, dan development masih kurang," ujarnya.

ANWAR SISWADI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.