Rima adalah Pengulangan Bunyi dalam Larik Sajak, Berikut Penjelasan Lengkapnya

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah “rima”. Jika merujuk dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) rima adalah pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam larik sajak maupun pada akhir larik sajak yang berdekatan.

Beberapa dari kamu pasti pernah belajar mengenai rima di bangku sekolah. Umumnya, pembahasan mengenai rima adalah hal dasar yang diajarkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, rima adalah bagian yang erat dengan karya sastra seperti puisi.

Meskipun kelihatannya hanya bagian dari unsur dari sebuah karya tulis, penting memahami rima agar kamu dapat membuat sajak yang indah. Melalui penggunaan rima, sajak tidak hanya akan indah dibaca tetapi juga indah untuk didengarkan.

Untuk lebih jelasnya, Fimela.com kali ini akan mengulas pengertian rima beserta jenisnya. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Pengertian Rima

Ilustrasi Rima Credit: pexels.com/Thought
Ilustrasi Rima Credit: pexels.com/Thought

Seperti yang disinggung sebelumnya, jika merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) rima adalah pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam larik sajak maupun pada akhir larik sajak yang berdekatan.

Akan tetapi, menurut Zaidan dkk (1996:71) menyatakan bahwa rima adalah pengulangan bunyi berselang, baik didalam larik maupun pada akhir sajak yang berdekatan. Bunyi yang berirama itu dapat ditampilkan oleh tekanan, nada tinggi, atau perpanjangan suara.

Kemudian, jika dilihat pendapat Aminuddin (1987:137) rima adalah bunyi yang berselang atau berulang, baik di dalam larik puisi maupun pada akhir larik.

Sebenarnya, jik dcermati dari pendapat tersebut bisa disimpulkan apabila rima adalah pengulangan bunyi yang sama baik di dalam larik puisi maupun akhir larik dan kata-kata atau kalimat yang saling berkaitan antara satu dengan yang lain secara berselang. Pengulangan tersebut dapat terjadi dalam satu baris atau pada baris lainnya.

Jenis - Jenis Rima

Ilustrasi Puisi Credit: pexels.com/Suzy
Ilustrasi Puisi Credit: pexels.com/Suzy

Rima memiliki berbagai jenis. Adapun beberapa jenis rima adalah sebagai berikut ini:

1. Rima Kata

Rima kata dibagi dua, yaitu rima yang ada dalam suku kata dan rima yang dapat mengulang kata sepenuhnya.

Jenis rima ini paling sederhana dan mudah dipahami. Sebab, rima tersebut hanya akan diulang bunyi pada suku katanya saja, sebagai contoh:

- Lauk-pauk.

- Sayur-mayur.

2. Rima Baris

Rima ini merupakan perulangan kata antara baris satu dengan lainnya. Rima baris biasanya digunakan dalam puisi 2 baris (Disticond) dan 4 baris (Quatren). Rima baris punya beberapa pola saja, antara lain:

- a-a-a-a

- a-a-b-b

- a-b-a-b

- a-b-b-a

3. Rima Datar

Rima datar adalah sebuah persamaan bunyi kata yang dengan sengaja diletakkan datar atau dengan posisi berderet. Sebagai contoh:

Ada halilintar yang bergetar bergelegar juga menyambar-nyambar.

4. Rima Tegak

Maksudn dari jenis rima ini adalah suatu persamaan bunyi dengan kata atau suku kata pada berbagai baris-baris yang berbeda atau berlainan. Contoh rima tegak yaitu:

Tomat merah didapat dari seberang

Tumbuhnya tepat di dekat tepi tebat

Engkau jauh dirantau orang

Sakit siapa yang akan mengobati

5. Rima Terus

Adalah bentuk persamaan dari bunyi kata atau juga suku kata tepat pada akhir setiap baris. Contohnya:

Puri Sangati adalah Putra Baginda

Besaran sudah ia adalah bangsawan muda

6. Rima Kembar

Rima ini adalah persamaan bentuk bunyi kata dan suku kata yang akan saling berpasangan, contohnya:

Sedikit saja mataku tak mengerling

Memandang seorang ksatria sakit berguling

Air mataku tak tertahan bercucuran

Tinggalkan rakyat kehilangan sosok pahlawan

7. Rima Silang

Rima silang adalah persamaan bunyi kata dan juga persamaan bunyi suku kata yang diletakkan dengan menyilang, contohnya:

Kalau ada sumur di ladang

Boleh kita menumpang mandi

Kalau ada umurku panjang

Boleh kita berjumpa lagi

8. Rima Peluk

Merupakan persamaan bunyi kata atau suku kata yang saling berpelukan, maksudnya diapit satu dan dua suku kata dengan bunyi yang sama. Berikut contohnya:

Pikiran dan hati memuja Sang Kuasa

Gerak laku jauhlah hati

Maafkan aku Sang Pemberi Rezeki

Usahaku masih belum ada

9. Rima Putus

Rima ini merupakan sebuah persamaan bunyi kata atau suku kata yang terputus. Sebagai contoh:

Untukmu seribu mawar akan kuberi

Sekadar mendapatkan cintamu

Namun kau tetap membatu, diam juga membisu

Meski seribu tahun harus dilewati, ku akan tetap menunggu

Tipe - Tipe Rima

Ilustrasi Puisi Credit: pexels.com/Suzy
Ilustrasi Puisi Credit: pexels.com/Suzy

Dalam rima juga ada beberapa tipe. Berikut tipe rima tersebut:

1. Rima Awal

Rima awal merupakan persamaan bunyi pada bagian suku pertama kata awal.

Contoh:

kerja - kerbau

panggul - panggang

2. Rima Akhir

Rima akhir memiliki kata terakhir yang sama.

Contoh:

panggang - tegang

jalan - pelan

3. Rima Akhir Tak Sempurna

Rima akhir tak sempurna adalah persamaan bunyi pada bagian suku pertama di bagian kata terakhir.

Contoh:

maki - kaki

makan - telan

4. Rima Akhir Ganda

Rima akhir ganda adalah persamaan bunyi pada bagian suku kedua pada bagian kata terakhir.

Contoh:

sahabat - menjabat

pangkalan - sejalan

5. Rima Akhir Ganda Tak Sempurna

Rima akhir ganda tak sempurna merupakan persamaan bunyi pada bagian suku kedua kata terakhir yang sebagian.

Contoh:

daging - giling

gelas - teras.