Rins Klaim Penalti Vinales Seharusnya hingga Akhir Musim

Lewis Duncan
·Bacaan 1 menit

Yamaha terpaksa membuka segel keenam mesin Vinales untuk musim 2020 dalam balapan akhir pekan ini di Sirkuit Ricardo Tormo karena cemas daya tahan motornya sudah habis.

Mereka telah melewati batas alokasi lima mesin dalam satu musim. Namun sanksi Vinales itu tak berlaku untuk MotoGP Valencia dan Portugal selama dia tidak membuka segel baru lagi.

Ini menyusul keputusan Federasi Balap Motor Internasional (FIM) pada Kamis (5/11/2020) setelah menemukan Yamaha menggunakan mesin ilegal dalam MotoGP Spanyol, Juli lalu.

Pabrikan Jepang tersebut pun mendapatkan sanksi pengurangan 50 poin konstruktor, meskipun para pembalapnya tidak menerima hukuman reduksi poin.

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing<span class="copyright">MotoGP</span>
Maverick Vinales, Yamaha Factory RacingMotoGP

MotoGP

Sementara pembalap lain harus terus menggunakan unit mesin yang sudah usang hanya karena pabrikan mereka memiliki lebih sedikit masalah sepanjang musim ini.

"Terlepas dari isu ini (penalti untuk Yamaha), ada banyak hal ganjil yang justru tidak dipermasalahkan," kata Rins yang kini turut meramaikan persaingan gelar.

"Misalnya, Maverick (Vinales), yang menggunakan mesin baru dan harus start dari pit lane hanya dalam balapan akhir pekan ini."

"Dia akan mendapat keuntungan pada race berikutnya karena memiliki motor dengan kilometer lebih sedikit dan itu tidak dibicarakan."

"Jadi, yang masuk akal dia memulai balapan dari pit lane setiap kali menggunakan mesin baru ini. Tetapi aturannya tidak dibuat seperti itu." ungkap Rins.