Rintihan Ade Permana Gagal Raih Sabuk Abadi

Yudhi Maulana
·Bacaan 2 menit

VIVA – Runtuh sudah harapan petarung One Pride, Ade Permana untuk meraih sabuk abadi di kelas Atomweight. Lawan Ade di One Pride Fight Night 42, Imam Solikhin tersandung masalah soal berat badan.

Sejatinya Ade dan Imam bakal baku hantam untuk memperebutkan gelar Atom Weight. Namun kendala terjadi saat timbang badan pada Jumat malam WIB 19 Februari 2021.

Imam Solikhin melebihi batas yang telah ditentukan. Beratnya mencapai 50,7 kg. Lebih 2,7 kg dari batas normal yang ditetapkan untuk kelas atom. Padahal, batas maksimal kelebihan berat badan hanya dua kilogram.

Kondisi ini langsung jadi perhatian Ketua Umum Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI), Anindra Ardiansyah Bakrie. Ardi sangat menyayangkan karena ini adalah salah satu sikap tidak profesional dari seorang petarung.

"(Kelebihan) itu melebihi batas atas dari yang diperbolehkan KOBI untuk menjalankan partai perebutan sabuk juara. Maka itu, apabila saat timbang badan lagi masih kegemukan, maka partai tersebut harus dibatalkan," kata Ardi dalam siaran langsung bersama Kabar Arena tvOne.

"Ini adalah sikap tidak profesional dari seorang petarung apalagi untuk partai penting. Kami masih berharap pada saat timbang badan lagi, beratnya tak lebih dari dua kilogram agar pertarungan bisa dilaksanakan," jelasnya.

Sebenarnya Imam masih memiliki waktu untuk menurunkan berat badan sampai timbang badan yang dilakukan pagi ini, Sabtu 20 Februari 2021. Namun petarung asal Solo ini tetap tidak memenuhi syarat batasan penalti toleransi dari KOBI One Pride untuk Title Fight kelas Atom.

Dilansir media sosial instagram One Pride, berat badan Imam justru bertambah yang awalnya 50,7 menjadi 51,4 kilogram.

Kondisi tersebut membuat keduanya harus berduel catchweight atau tanpa gelar. Hal itu dilakukan dari hasil negosiasi manajer tim masing-masing.

Mengetahui kabar ini, Ade merespons. Dihubungi VIVA.co.id Ade meluapkan kekecewaannya yang gagal membawa gelar abadi padahal dia mematok target naik kelas tahun depan.

"Kecewa, sangat disayangkan karena Ade sudah mempersiapkan semuanya untuk pertandingan ini dan Ade berharap sabuk abadi karena tahun depan Ade naik kelas," kata Ade.

"Ade sudah persiapan di Bandung sejak Desember 2020. Saya percaya jika tidak ada Golden Age di pertarungan, VO2 max saya bagus dan saya malah memandang semakin tua semakin bagus," lanjut dia.