Rio Dewanto Ungkap Penyesalan Terbesar Semasa Sekolah, Pernah Pukul Guru dan Sering Bolos

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Rio Dewanto boleh dianggap sebagai salah satu aktor kawakan Tanah Air. Suami Atiqah Hasiholan ini juga memiliki sifat yang lembut serta sikap yang ramah kepada siapapun.

Namun di balik itu semua, Rio Dewanto memiliki masa remaja yang mengejutkan. Bahkan ia cenderung menyesal masa lalunya bisa dibilang tak patut untuk dibanggakan.

Rio Dewanto mengatakan bahwa sewaktu remaja, ia pernah dikeluarkan tiga kali dari sekolah. Penyebabnya pun beragam. Mulai dari memukul guru hingga sering membolos karena video game.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Refleks Membalas

(Bambang E.Ros/Fimela.com)
(Bambang E.Ros/Fimela.com)

Menurut Rio Dewanto, dirinya memang memiiki kebiasaan refleks membalas saat mendapat perlakuan kasar dari siapapun. Ia pun mengaku tak sengaja memukul gurunya karena kebiasaan tersebut.

Memukul Balik

Rio Dewanto (Instagram/riodewanto)
Rio Dewanto (Instagram/riodewanto)

"Tapi ini bukan untuk dicontoh, ya. Gue enggak betah duduk di ruangan, terus mendengarkan guru. Terus kayak kadang-kadang dulu kan dia suka lempar apa, pukul apa," ujar Rio Dewanto seperti bisa disimak melalui kanal YouTube TonightShowNet.

"Dan gue tuh paling refleks saja, dia mukul, gue pukul balik. Gua melawan guru yang melawan gua," kenang Rio.

Terlambat Bangun

Rio juga membeberkan dua penyebab lainnya sampai ia bisa dikeluarkan dari sekolahnya.

"Kedua, gua tuh sering telat bangun karena gua sering bangun siang. Sampai detik ini. Tapi sekarang sering dibangunin sama anak gua," Rio mengatakan.

Bermain Video Game

Penyebab terakhir, Rio mengatakan bahwa ia sempat keranjingan bermain video gim sampai-sampai sering bolos untuk bisa berlama-lama di warnet.

"Ada masanya dulu gua masih main Counter Strike. Iya, di warnet," pungkas Rio.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel