Riset: 53 Persen Karyawan di Dunia Berhenti Kerja Sementara Karena Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Setahun lebih dihantam pandemi, kehilangan pekerjaan atau pun mengalami pengurangan jam kerja jadi pekerjaan rumah di hampir sebagian besar negara di dunia. Terlebih, riset terbaru menunjukkan lebih dari setengah penduduk dunia saat ini kehilangan pekerjaan.

Dikutip dari The Straits Times, Rabu (5/5/2021) perusahaan jajak pendapat yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Gallup, melakukan survei kepada 300.000 pekerja di 117 negara. Hasilnya menunjukkan lebih dari setengah atau 53 persen pekerja dunia saat ini mengalami pemberhentian kerja sementara.

Diperkirakan jumlah tersebut sekitar 1,7 miliar pekerja dunia. Terutama di beberapa negara berkembang, seperti India, Zimbabwe, Filipina, Kenya, Bangladesh dan 52 negara lainnya, lebih dari 65 persen lebih pekerjanya menyebut mereka berhenti bekerja untuk sementara waktu.

Berbeda dengan negara-negara maju berpenghasilan besar, terutama sebagian besar negara di Eropa, seperti Austria, Swiss dan Jerman. Kurang dari 1 banding 10 pekerjanya yang kehilangan pekerjaan sementara waktu. Sementara di Amerika Serikat, nilainya 39 persen.

Survei juga menemukan, satu dari tiga pekerja di seluruh dunia mengaku kehilangan pekerjaan karena pandemi Covid-19. Jumlahnya mencakup lebih dari 1 miliar orang.

Angka ini juga bervariasi di sejumlah negara. Terutama di negara berkembang, seperti Kenya, Zimbabwe dan Filipina yang menyebut lebih dari 60 persen responden menyebut mereka kehilangan pekerjaan karena pandemi Covid-19. Sementara di Swiss hanya 3 persen dan di AS hanya 13 persen.

Pukulan ekonomi yang sangat signifikan pada sebagian besar pekerja ini membuat 68 persen orang dewasa atau sekitar 1,3 miliar penduduk dunia, menyebut mereka hanya akan melakukan vaksinasj jika ditawarkan secara gratis, seperti dikutip dari CNN.

Pendapatan Berkurang

Ilustrasi Uang Tunjangan Credit: unsplash.com/Jp
Ilustrasi Uang Tunjangan Credit: unsplash.com/Jp

Hasil riset Gallup ini juga menemukan bahwa setengah dari pekerja di dunia mengalami pengurangan jumlah pendapatan karena pandemi Covid-19. Ini sekitar 1,6 miliar orang dewasa secara global.

"Di seluruh dunia, persentase ini berkisar dari yang tertinggi 76 persen di Thailand hingga yang terendah 10 persen di Swiss," kata para peneliti dalam sebuah pernyataan.

Indonesia termasuk di dalam daftar negara yang penduduknya mengalami pengurangan pendapatan paling banyak. Bersama Bolivia, Myanmar, Kenya, Uganda, Honduras, dan Ekuador, 70 persen pekerja Indonesia menyebut pendapatannya berkurang.

Krisis Covid-19 telah melanda pekerja di seluruh dunia, terutama perempuan, yang sebagian besar mengisi pekerjaan di sektor genting bergaji rendah seperti ritel, pariwisata, dan layanan makanan.

Sebuah studi oleh badan amal internasional Oxfam pada hari Kamis mengatakan pandemi telah merugikan wanita di seluruh dunia USD 800 miliar dalam hak hilangnya pendapatan.

Reporter: Abdul Azis Said

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: