Riset: 85,66 Persen Milenial Indonesia Punya Kondisi Finansial Kurang Sehat

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi finansial generasi muda Indonesia berusia 25-35 tahun atau sering disebut dengan milenial sebesar 85,66 persen masuk dalam kategori kurang sehat. Temuan ini terdapat dalam Financial Fitness Index, sebuah laporan dari bank OCBC NISP berkolaborasi dengan NielsenIQ Indonesia, untuk menggambarkan kondisi kesehatan finansial dari sikap dan pola pikir generasi muda Indonesia.

Sisanya, sebesar 14,33 persen generasi muda memiliki kondisi finansial yang terlihat sudah sehat, tetapi tetap membutuhkan langkah-langkah tertentu untuk mempertahankan kondisinya. Jadi, skor rata-rata kesehatan finansial generasi muda Indonesia berada di angka 37,72.

Terdapat empat indikator utama yang digunakan dalam laporan tersebut, yaitu financial basic untuk memenuhi kebutuhan pokok atau utang, financial safety untuk mempersiapkan dana cadangan, financial growth untuk membangun kesuksesan jangka panjang, serta financial freedom untuk membangun pendapatan pasif agar mencapai kemerdekaan finansial.

Financial basic generasi muda Indonesia, seperti kemampuan membayar pinjaman rumah, memenuhi kebutuhan dasar, dan mengelola utang memiliki skor rata-rata yang cukup baik yaitu 73,37. Namun, berbeda dengan indikator lainnya yang masih memiliki skor cukup rendah.

“Kalau kita bicara tentang bagaimana mereka mulai mengumpulkan uang untuk dana darurat, skornya sudah mulai turun ke 37. Apalagi kalau sudah bicara investasi masa depan. Ini masih sedikit yang memakai dan memiliki mindset untuk berinvestasi, masih 23,” jelas Director Customized Intelligence NielsenIQ Indonesia, Inggit Primadevi di konferensi pers virtual studi riset OCBC NISP Financial Fitness Index, pada Kamis (19/8/2021).

Rendahnya skor kesehatan finansial juga dipengaruhi oleh kebiasaan buruk generasi muda Indonesia. Contohnya adalah menghabiskan uang untuk mengikuti gaya hidup, meminjam uang ke orang tua, hingga membayar kartu kredit melebihi batas minimum.

Temuan ini melibatkan 1.027 responden berusia 25-35 tahun di Jabodetabek, Surabaya, dan Medan. Responden juga memiliki kategori sebagai pemilik rekening bank, berpenghasilan bulanan minimal Rp 5 juta, dan berperan sebagai pengambil keputusan utama untuk produk perbankan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pola Pikir Pengaruhi Kondisi Finansial

Director Customized Intelligence NielsenIQ Indonesia, Inggit Primadevi memaparkan indikator yang digunakan untuk menilai kondisi kesehatan finansial generasi muda di acara konferensi pers virtual tentang studi riset OCBC NISP Financial Fitness Index, pada Kamis (19/8/2021).
Director Customized Intelligence NielsenIQ Indonesia, Inggit Primadevi memaparkan indikator yang digunakan untuk menilai kondisi kesehatan finansial generasi muda di acara konferensi pers virtual tentang studi riset OCBC NISP Financial Fitness Index, pada Kamis (19/8/2021).

Definisi terkait kekayaan yang dimiliki generasi muda masih ada yang cukup keliru. Mereka beranggapan bahwa barang-barang mewah, seperti rumah, mobil, hingga tas bermerek menentukan kekayaan seseorang.

Inggit memaparkan, “Ini yang menyebabkan orientasinya terlalu consumerism. Jadi, orang-orang yang mindset nya itu kaya, punya saham, investasi emas, atau segala macam, mereka sudah lebih sehat sedikit secara skor Financial Fitness Index.”

Selain itu, generasi sandwich, generasi yang menanggung orang tua dan anak, dan ingin bekerja keras dalam memenuhi kebutuhan terbukti memiliki kondisi finansial yang lebih sehat. Dalam hal ini ditegaskan kembali bahwa pola pikir sangat memengaruhi kondisi finansial.

Memperbaiki Kondisi Finansial

Direktur Bank OCBC NISP, Ka Jit memaparkan temuan utama Financial Fitness Index.
Direktur Bank OCBC NISP, Ka Jit memaparkan temuan utama Financial Fitness Index.

Untuk mengetahui kondisi kesehatan finansial miliknya, generasi muda dapat melakukan Financial Fitness Check Up melalui platform ruangmenyala.com. Direktur Bank OCBC NISP, Ka Jit menjelaskan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi finansial generasi muda, di antaranya sebagai berikut.

1. Membuat anggaran, mencatat pengeluaran, dan memastikan pengeluaran tidak melebihi anggaran.

2. Mempelajari finansial dari berbagai sumber, seperti membaca buku, menonton video, atau mengikuti akun media sosial finansial.

3. Melakukan konsultasi dengan Financial Planner untuk memeriksa kondisi kesehatan finansial.

4. Mencari teman atau komunitas yang ingin belajar untuk meningkatkan kesehatan finansial.

Bank OCBC NISP memiliki beberapa support system yang dapat membantu generasi muda memperbaiki kondisi finansialnya, seperti kelas finansial, komunitas, konten online, hingga berbagai layanan perbankan digital yang membantu generasi muda untuk menyisihkan uang, tabungan, dan simpanan berjangka.

“Kita berharap bisa membangun kesadaran tentang pentingnya membangun literasi finansial di masyarakat Indonesia. Kalau kesadaran finansial tinggi, behaviour finansial bagus, buat Indonesia akan jauh lebih bagus. Kita juga berharap membantu lebih banyak masyarakat Indonesia merdeka finansial,” ujar Ka Jit.

Reporter: Shania

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel