Riset: Aktivitas keagamaan daring bakal melonjak pada Ramadan 2023

Perusahaan teknologi periklanan global The Trade Desk (NASDAQ TTD) dan lembaga riset YouGov memperkirakan aktivitas keagamaan dalam jaringan (daring) akan meningkat 39 persen selama Ramadan tahun 2023, dibandingkan bulan lainnya dalam satu tahun.

"Masyarakat Indonesia yang melek digital banyak beralih ke aplikasi dan saluran digital lainnya untuk mendukung aktivitas Ramadan mereka. Jumlah pengguna dan tingkat aktivitas pada saluran dan perangkat digital tumbuh secara signifikan selama Ramadan,” kata Senior Manager, Inventory Partnership The Trade Desk Kautsar Ikrami dalam acara "Ramadhan Success with The Trade Desk" di Jakarta, Rabu.

Selain itu dia melanjutkan satu dari tiga masyarakat Indonesia berencana untuk mengonsumsi konten streaming video sebagai bentuk hiburan utama sepanjang bulan Ramadan 2023.

Dia menjelaskan masyarakat akan mulai mengkonsumsi konten streaming video dengan lebih awal (saat sahur) dan kembali mengaksesnya mendekati waktu berbuka puasa (pukul 17.00 WIB dan seterusnya).

Terkait pilihan konten, dia mengatakan masyarakat cenderung fokus pada konten religi saat sahur, serta konten yang lebih ringan seperti komedi dan film lebih populer menjelang buka puasa.

Baca juga: Riset: 88 persen masyarakat berencana belanja di Ramadhan 2023

Menurut dia, pandemi COVID-19 telah mendorong masyarakat Indonesia untuk menggunakan teknologi untuk memenuhi kebutuhan spiritual.

Berdasarkan hasil survei tersebut, selama pandemi COVID-19 dua dari tiga masyarakat Indonesia melakukan kegiatan keagamaan secara daring, baik melalui aplikasi seluler maupun media daring.

Adapun bulan Ramadan tahun ini diperkirakan akan jatuh pada tanggal 22 Maret hingga 21 April 2023.

The Trade Desk dan lembaga riset YouGov melakukan survei terhadap sekitar 2.000 orang dewasa di Indonesia pada November 2022, yang seluruh data dikategorisasi berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kelas sosial ekonomi untuk mencerminkan perkiraan populasi terkini.

The Trade Desk adalah perusahaan teknologi yang menyediakan layanan pembelian inventori iklan secara digital untuk mendukung para pembeli iklan yang berkantor pusat di Ventura, California, serta memiliki kantor di Amerika Utara, Eropa, dan Asia Pasifik.

Baca juga: Riset: Konsumen rencanakan belanja Ramadhan sejak H-30
Baca juga: Jelang Ramadhan, waspadai "phishing" belanja online