Riset baru menjawab apakah jenis kelamin kakak atau adik mempengaruhi kepribadian kita

Saudara – entah itu adik ataupun kakak – memiliki peran yang besar di masa kecil kita. Oleh karena itu, mereka mempengaruhi kepribadian kita dalam jangka panjang. Secara khusus, para peneliti telah lama tertarik untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara tumbuh besar dengan seorang saudara perempuan dan dengan seorang saudara laki-laki pada saat kita saat dewasa.

Bagaimana anak-anak berinteraksi dengan saudara perempuan atau laki-laki mereka? Bagaimana perilaku orang tua dapat berbeda terhadap anak-anak mereka dengan gender yang berbeda, dan bagaimana interaksi tersebut mempengaruhi anak-anak?

Teori-teori sebelumnya telah membuat prediksi yang sangat berbeda: saudara kandung dari gender yang berbeda mungkin menghasilkan kepribadian gender berdasarkan stereotip (seorang anak perempuan dapat mengambil peran yang lebih feminin untuk membedakan diri dari saudara laki-lakinya) atau kepribadian gender non-stereotip (seorang anak perempuan dapat mengambil sifat yang lebih maskulin karena meniru saudara laki-lakinya).

Faktanya, penelitian psikologis telah mengkaji perbedaan ini selama lebih dari setengah abad. Dalam beberapa penelitian, saudara kandung dari lawan jenis tampak lebih sesuai dengan gender mereka. Anak perempuan yang tumbuh dengan saudara laki-laki kemudian menjadi lebih “perempuan” dan anak laki-laki dengan saudara perempuan menjadi lebih “laki-laki”.

Namun, beberapa penelitian lain menemukan kebalikannya. Saudara kandung dengan gender berlawanan berkembang dengan cara yang biasanya sesuai dengan gender mereka. Untuk mengatasi kontradiksi ini, kami ingin menguji pengaruh gender saudara pada kepribadian dengan teliti dan komprehensif.