Riset Kualitas Udara saat Nyepi, 4 Peneliti BMKG Bali Terima Penghargaan Uni Eropa

·Bacaan 3 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Empat peneliti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Denpasar menerima European Union (EU) Star Award. Penghargaan diberikan atas penelitian mereka yang berkontribusi terhadap pemantauan iklim dan studi kualitas udara saat Hari Raya Nyepi di Bali.

Peneliti BMKG yang dapat penghargaan yakni I Putu Dedy Pratma, Pande Komang Gede Negara, Putu Eka Tulistiawan dan I Ketut Sudiarta. EU Star Award diserahkan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket di Aula BMKG lll Denpasar, Bali, pada Selasa (19/4).

"Sebuah kehormatan bagi saya menyerahkan EU Star Award kepada tim peneliti BMKG Bali yang luar biasa," kata Piket.

Ia menyebutkan, penelitian mereka berkontribusi bagi pemantauan iklim serta memberikan gambaran mengenai kualitas udara perkotaan dan bagaimana meningkatkannya melalui langkah-langkah efektif.

"Hal ini juga menunjukkan betapa pentingnya sains dan penelitian dalam menentukan langkah untuk menjawab tantangan terkait isu kesehatan masyarakat, lingkungan hidup dan pertumbuhan yang berkelanjutan," imbuhnya.

Diumumkan di Wina

EU Star Award diprakarsai delegasi Uni Eropa untuk organisasi- organisasi internasional di Wina, Austria. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kontribusi ilmiah dan teknologi paling signifikan dan relevan dengan traktat pelarangan menyeluruh uji coba senjata nuklir atau Comprehensive Nuclear Test-Ban Treaty (CTBT).

Penghargaan ini diumumkan pada CTBT Science and Technology Conference 2021, sebuah acara global dua tahunan yang diselenggarakan komite persiapan Comprehensive Nuclear Test-Ban Treaty Organisation (CTBTO) di Wina.

Tim panelis ilmiah memvoting dari peserta telah memilih riset bertajuk "Dampak Hari Raya Nyepi dalam Pengukuran Parameter Cuaca di Stasiun Pengamatan Sinoptik di Bali," dari 700 riset yang berasal dari seluruh dunia.

Piket juga mengharapkan agar riset yang telah dilakukan dapat memberikan kontribusi dalam menyusun langkah-langkah peningkatan kualitas udara di kawasan perkotaan demi kesehatan masyarakat dan lingkungan. EU Star Award sendiri pertama kali diperkenalkan delegasi Uni Eropa di Wina pada tahun 2013.

Tema Nyepi

Sementara Deputi Bidang Geofisika BMKG Dr Suko Prayitno Adi mengatakan, dalam risetnya, BMKG bekerja 24 jam dan 7 hari dalam seminggu untuk pemantauan cuaca, iklim, dan gempa bumi memiliki unit pelaksana teknis yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Keberadaan empat stasiun pengamatan sinoptik di Bali yang tetap bekerja saat Nyepi memantau variabilitas Nyepi dari tahun ke tahun. Tema inilah yang diangkat menjadi sebuah penelitian sederhana dari empat peneliti BMKG di Bali pada acara CTBT Science and Technology Conference 2021.

"Sebenarnya terdapat satu tulisan lagi yang membahas tentang Nyepi dari sudut pandang seismologi yang diajukan dalam kegiatan tersebut namun hanya satu yang berhasil lolos untuk dipresentasikan," ujarnya.

"Dari 700 riset yang mengikuti konferensi, terdapat 17 penelitian dari Indonesia dan 13 di antaranya merupakan riset dari BMKG, dan salah satunya berhasil meraih EU Star Award. Penghargaan ini merupakan penghargaan EU Star Award yang pertama bagi Indonesia," jelasnya.

Suko juga menyampaikan bahwa Indonesia telah bekerja sama dengan CTBTO. Salah satu bentuk implementasi dari kerja sama itu adalah pemasangan enam stasiun seismik CTBTO untuk dioperasikan oleh BMKG sejak tahun 2002 silam.

"Indonesia merupakan anggota negara anggota perjanjian nonproliferasi nuklir dan telah menandatangani ratifikasi pelarangan uji coba nuklir bawah tanah. Oleh karena itu, Indonesia berkomitmen untuk ikut melakukan pemantauan uji coba nuklir melalui sistem monitor seismik yang dioperasikan BMKG," ujarnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel