Riset Savills: Sektor Properti Mulai Membaik Paruh Kedua 2020

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Konsultan Properti Savills merilis laporan riset terbaru terkait ketahanan pasar perumahan residensial pada 2020. Sektor ini jadi salah satu sorotan di sepanjang paruh kedua tahun lalu.

Director Global Residential Savills Research, Jelena Cvjetkovic menjelaskan bahwa Indeks Perumahan Residential Savills World Cities mencatat kenaikan nilai modal rata-rata 0,8 persen. Untuk kota-kota di dalam indeks yang pada saat PDB global mulai pulih dari dampak lockdown akibat pandemi COVID-19.

"Pertumbuhan nilai modal yang positif ini tercatat pada paruh kedua tahun 2020, dan cukup besar untuk mengimbangi penurunan 0,3 persen yang terlihat di paruh pertama tahun 2020," kata Jelena dikutip VIVA dai laporan tersebut, Selasa 2 Februari 2021.

Baca juga: Kenaikan Cukai Resmi Berlaku, Rokok Berbahan Baku Impor Lebih Mahal

"Sehingga hal ini setidaknya mampu menyebabkan pertumbuhan tahunan sebesar 0,5 persen untuk tahun 2020 lalu," ujar Jelena.

Dia mengatakan, perubahan haluan ini bertepatan dengan kembalinya berbagai aktivitas pasar perumahan global usai lockdown dilonggarkan. Apalagi, hal itu juga didukung oleh sejumlah stimulus lainnya yang dinilai mampu kembali menggairahkan pasar properti, yang sempat anjlok akibat kebijakan lockdown di sejumlah negara.

Sejumlah langkah stimulus tersebut antara lain penawaran bunga rendah, serta permintaan properti dengan lebih banyak ruang yang marak dialami oleh pasar perumahan seiring adanya pemulihan dan aspek permintaan yang kuat.

Beberapa pemain terkuat pada tahun lalu adalah kota-kota yang dinilai cukup efektif dalam hal pengelolaan virus. Yang memungkinkan berbagai aktivitas ekonominya tidak terlalu terpengaruh oleh gejolak pandemi COVID-19 tahun 2020 lalu.

"Seperti misalnya Seoul, Hangzhou, dan Berlin. Meskipun, dinamika penawaran dan permintaan juga tetap menjadi aspek yang sangat penting," ujarnya.

Diketahui, pasar penyewaan utama umumnya juga bernasib lebih buruk di sepanjang 2020, dibandingkan dengan pasar jual-beli. Permintaan properti sewa perumahan menjadi salah satu hal yang terdampak, akibat adanya sejumlah kebijakan pembatasan perjalanan yang telah menghalangi sumber-sumber permintaannya.

Selain itu, turunnya sektor pariwisata dinilai juga telah menyebabkan banyak properti sewa yang sebelumnya memiliki short let market akhirnya justru ditambahkan ke pasokan. Kemudian, harga sewa perdana di paruh kedua tahun 2020 juga rata-rata tercatat turun 1 persen.