Riset sebut e-sport dukung siswa miliki profil Pelajar Pancasila

Riset yang dilakukan oleh MABAR Esports Student Athlete Research dan Universitas Indonesia (UI) menunjukkan kegiatan e-sport dapat mendukung siswa dalam memiliki profil Pelajar Pancasila.

“Terdapat kekuatan karakter positif pada grup pelajar yang termasuk pemain gim kompetitif, yang menjadi pembentukan profil Pelajar Pancasila yang dicanangkan Kemendikbudristek,” ujar CEO dan Co-Founder MABAR.com Aziz Hasibuan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Terdapat enam elemen profil Pelajar Pancasila, yakni bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global.

Untuk dapat mencapai profil Pelajar Pancasila, katanya, dibutuhkan sejumlah elemen kunci karakter yang perlu dikembangkan.

"Dan ini, berkaitan erat dengan kemampuan kognitif dan psikologis. Sebagai contoh, grit atau daya juang yang baik, bisa memperkuat kemandirian pelajar karena dapat melatih kesadaran diri, minat, situasi yang dihadapi, kemudian meregulasi diri dan berusaha keras mencapai tujuan. Hal ini memperkuat rekomendasi kami tentang pentingnya mewadahi e-sport, sehingga pelajar tidak bermain gim diam-diam dan tanpa arah,” katanya.

Psikolog Tim Laboratorium Cognition, Affect, and Well-Being (CAW Lab) UI Dyah T. Indirasari mengatakan siswa pemain gim kompetitif lebih unggul pada aspek kognitif dan psikologis.

Baca juga: Riset sebut bermain gim kembangkan kepribadian siswa

Beberapa keunggulan siswa yang termasuk pemain gim kompetitif yakni pada aspek kontrol respons yang membuat orang lebih fokus. Kedua, akurasi yang jauh lebih tinggi. Ketiga, kemampuan regulasi emosi yang lebih baik. Terakhir adalah kepribadian yang tidak impulsif dan tidak rentan stres.

Oleh karena itu, para orang tua tak perlu khawatir lagi jika anaknya bermain gim, karena bermain gim kompetitif dapat membantu pelajar mengembangkan kepribadian.

“Dengan dukungan dan wadah yang baik, bermain gim kompetitif bisa menjadi sarana aktualisasi diri sekaligus membentuk identitas pelajar cerdas berkarakter, serta mendorongnya menjadi Pelajar Pancasila,” katanya.

Riset dilakukan dengan membandingkan tiga grup siswa yakni siswa yang termasuk pemain kompetitif, siswa pemain gim kasual, dan siswa yang bukan pemain gim.

Dalam riset, ketiga grup mendapatkan tugas-tugas yang sama untuk mengukur kemampuan kognitif dan psikologisnya, hasilnya didapati kecenderungan bahwa bermain gim kompetitif lebih baik daripada bermain gim kasual.

Baca juga: LPAI beri penyuluhan Karakter Profil Pelajar Pancasila
Baca juga: Kemendikbudristek: Pelajar Pancasila permudah siswa capai cita-cita
Baca juga: Mengenalkan profil pelajar pancasila lewat dongeng